<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.1d1 20130915//EN" "JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <journal-meta id="journal-meta-1">
      <journal-id journal-id-type="nlm-ta">Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</journal-id>
      <journal-id journal-id-type="publisher-id">Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</journal-id>
      <journal-id journal-id-type="journal_submission_guidelines">http://ojs.umsida.ac.id/index.php/rechtsidee/about/submissions#authorGuidelines</journal-id>
      <journal-title-group>
        <journal-title>UMSIDA Article Template 2 (Indonesian)</journal-title>
      </journal-title-group>
      <issn publication-format="print"/>
    </journal-meta>
    <article-meta id="article-meta-1">
      <article-id pub-id-type="publisher-id">1</article-id>
      <article-id pub-id-type="doi">10.21070/jas.v4i1.399</article-id>
      <article-categories>
        <subj-group>
          <subject>Research Article</subject>
        </subj-group>
      </article-categories>
      <title-group>
        <article-title id="at-0b1f035e96f9">
          <bold id="strong-1">Optimisme Investor </bold>
          <bold id="strong-2">dan Kinerja Jangka Panjang Saham Pasca Initial Public Offerings yang Listing di Bursa Efek Indonesia</bold>
        </article-title>
        <trans-title-group>
          <trans-title>Investor Optimism and Long-Term Stock Performance After Initial Public Offerings that are Listed on the Indonesia</trans-title>
        </trans-title-group>
        <alt-title alt-title-type="right-running-head">Optimisme Investor dan Kinerja</alt-title>
      </title-group>
      <contrib-group>
        <contrib contrib-type="author" corresp="yes">
          <name id="n-489e5d8dd3db">
            <given-names>Mu’minatus Sholichah</given-names>
          </name>
          <xref id="x-d58daa3e00c4" rid="a-fcfdc4c0c624" ref-type="aff">1</xref>
        </contrib>
        <aff id="a-fcfdc4c0c624">
          <institution>Universitas Muhammadiyah Gresik</institution>
          <country country="ID">Indonesia</country>
        </aff>
      </contrib-group>
      <volume>4</volume>
      <fpage>43</fpage>
      <permissions>
        <copyright-year>2020</copyright-year>
      </permissions>
      <abstract id="abstract-b9c82e07b09b">
        <title id="abstract-title-6053e2544b03">Abstract</title>
        <p id="paragraph-3eae6f727037">This study discusses and analyzes from the perspective of investor optimism and long-term performance after the IPO in the Indonesian capital market. Observations will be made regarding the influence of investors on the increase in the length of shares after the IPO with control variables of company size, company age, offer size, achievement of underwriters, profitability on the Indonesia Stock Exchange. This study uses data from 2004-2017, with 194 IPO companies from 2004-2015 in the Indonesian capital market. Testing is done by using two drunken linear regression. The results of this study indicate that investors in the Indonesian capital market not only consider irrational factors but also consider rational factors about the company's character in making decisions to buy IPO shares. The characteristics of the company include, the size of the company and the size of the stock offering. This study provides benefits for IPO stock investors who rely on the benefits of initial stock investment in a relatively long period of time so as not to suffer losses. </p>
      </abstract>
      <abstract id="abstract-3d4f137e2beb">
        <title id="abstract-title-2dd5e90516ee">Abstrak</title>
        <p id="paragraph-ba100b641ebf">Studi ini membahas dan menganalisis dari perspektif optimisme investor dan kinerja angka panjang saham pasca IPO di pasar modal Indonesia. Pengamatan dilakukan mengenai pengaruh optimisme investor terhadap kinerja jangka panjang saham pasca IPO dengan variabel kontrol ukuran perusahaan, umur perusahaan, ukuran penawaran, reputasi penjamin emisi, profitabilitas di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan data dari 2004-2017, dengan 194 perusahaan IPO dari 2004-2015 di pasar modal Indonesia. Pengujian dilakukan dengan menggunakan regresi linear berganda dua tahap. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa investor di pasar modal Indonesia tidak hanya mempertimbangkan faktor irrasional tetapi juga mempertimbangkan faktor rasional tentang karakter perusahaan dalam membuat keputusan untuk membeli saham IPO. Karakteristik perusahaan meliputi, ukuran perusahaan dan ukuran penawaran saham.[NN1]  Penelitian ini memberikan manfaat bagi investor saham IPO yang mengandalkan keuntungan dari investasi saham perdana dalam jangka waktu yang relative panjang agar tidak mengalami kerugian. </p>
      </abstract>
      <kwd-group id="kwd-group-1">
        <title>Keywords</title>
        <kwd>Investor Optimism</kwd>
        <kwd>Long-Term Stock Performance After Ipo</kwd>
        <kwd>Company Characteristics.</kwd>
      </kwd-group>
      <kwd-group id="kg-8dcf65125412" xml:lang="id-Latn">
        <title>Keywords</title>
        <kwd>Optimisme Investor</kwd>
        <kwd>Kinerja Jangka Panjang Saham Pasca Ipo</kwd>
        <kwd>Karakteristik Perusahaan.</kwd>
      </kwd-group>
    </article-meta>
  </front>
  <body>
    <sec>
      <title id="t-bc6266fc45e2"/>
      <p id="p-71622dc8d0ef">Penelitian yang menunjukkan penurunan kinerja saham pasca IPO dilakukan oleh<italic id="emphasis-1"> <xref id="x-2772275eba7c" rid="R73401017422362" ref-type="bibr">Seitibraimov (2012)</xref> </italic>, penelitian tentang kinerja jangka panjang saham pasca IPO ini dilakukan di Rusia, Ukraina dan Kazakhtan dengan hasil penelitian menunjukkan kinerja yang <italic id="emphasis-2">underperformance</italic>. Fenomena kinerja saham pasca IPO yang menurun tersebut terjadi di banyak negara, baik di pasar modal yang sudah maju maupun yang sedang berkembang termasuk di Indonesia.  Studi tentang kinerja jangka panjang saham pasca IPO yang menurun selama ini banyak dilihat dari informasi perusahaan yakni tentang karakteristik perusahaan antara lain, <italic id="emphasis-3">initial return, offering size,</italic> ukuran perusahaan, tipe industri, umur perusahaan, reputasi underwriter, penjualan dan profitabilitas (<xref id="x-9fe549c7a2ee" rid="R73401017422354" ref-type="bibr">Gandolfi, Regalli, Soana, and Arcuri (2018)</xref> ,<xref id="x-ee05cfacca66" rid="R73401017422364" ref-type="bibr">Jog, Otchere, and Sun (2019)</xref> , <xref rid="R73401017422337" ref-type="bibr">Darmetko (2009)</xref>; <xref rid="R73401017422353" ref-type="bibr">Miller (2000)</xref>; <xref rid="R73401017422362" ref-type="bibr">Seitibraimov (2012)</xref> </p>
      <p id="p-f388c43bbdef">Studi tentang kinerja jangka panjang saham pasca IPO yang menurun selama ini banyak dilihat dari informasi perusahaan yakni tentang karakteristik perusahaan. Kemudian, berkembang banyak studi memasukkan sudut pandang perilaku keuangan. Pendekatan ini mencoba melihat perilaku tidak rasional terkait dengan keputusan dan tindakan seseorang dalam melakukan transaksi keuangan.Tindakan seseorang dalam melakukan transaksi keuangan dilihat dari sudut pandang investor yakni optimisme investor di pasar sekunder. </p>
      <p id="p-61407d24589e">Terkait dengan optimisme investor dan kinerja jangka panjang saham pasca IPO, penjelasan berdasarkan hipotesis optimisme investor menunjukkan bahwa investor optimis yang bertindak sebagai pembeli saham IPO. Investor optimis akan memberikan penilaian yang lebih tinggi ketika banyak terjadi ketidak pastian dari pada investor pesimis. Hasil studi <xref id="x-ece5ea23c541" rid="R73401017422341" ref-type="bibr">Suroso and Utama (2006)</xref>  menjelaskan teori tentang investor optimisme investor pada awal perdagangan di pasar sekunder berdampak negatif terhadap kinerja jangka panjang saham pasca IPO. Dengan adanya <italic id="emphasis-4">excess demand</italic><italic id="emphasis-5"> </italic>investor yang tidak berhasil membeli saham IPO dipasar perdana, membeli saham IPO pada awal perdagangan di pasar sekunder dengan harga yang tinggi. <italic id="emphasis-6">Longrun under performance</italic> merupakan akibat dari aktivitas menjual saham dengan perolehan <italic id="emphasis-7">initial return</italic> yang tinggi di hari pertama di pasar sekunder (<xref id="x-639eaf0f939a" rid="R73401017422345" ref-type="bibr">Chahine (2002)</xref> .</p>
      <p id="p-fe40eb29a1f3">Terkait dengan menurunnya kinerja jangka panjang saham pasca IPO, dalam penelitian ini digunakan sebagai variabel kontrol adalah ukuran perusahaan, umur perusahaan, <italic id="emphasis-8">offering size</italic>, reputasi penjamin emisi, profitabilitas perusahaan (<xref rid="R73401017422337" ref-type="bibr">Darmetko (2009)</xref>; <xref rid="R73401017422354" ref-type="bibr">Gandolfi et al. (2018)</xref>; <xref rid="R73401017422364" ref-type="bibr">Jog et al. (2019)</xref>; <xref rid="R73401017422353" ref-type="bibr">Miller (2000)</xref>; <xref rid="R73401017422362" ref-type="bibr">Seitibraimov (2012)</xref>; <xref rid="R73401017422361" ref-type="bibr">Sohail, Bilal, Rukh, and Fatima (2018)</xref> </p>
      <p id="paragraph-6">Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan serta masih belum adanya penelitian yang mengaitkan masalah optimisme investor untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kinerja jangka panjang saham pasca IPO, menjadi dasar dilakukannya penelitian ini. Hasil penelitian ini dapat menambah temuan tentang fenomena <italic id="emphasis-9">long-run underperformance</italic> saham IPO di negara yang sedang berkembang.  </p>
      <p id="paragraph-7">
        <bold id="strong-4"> </bold>
      </p>
      <sec>
        <title id="t-6fa26f4ad07b">Hubungan Antar Variabel</title>
        <p id="paragraph-9">Penetapan harga penawaran yang rendah merupakan hasil dari optimisme investor pada hari pertama di pasar sekunder, yang menghubungkan perilaku investor saham IPO dengan kinerja jangka panjang saham pasca IPO dengan variabel kontrol karakteristik perusahaan yaitu ukuran perusahaan, umur perusahaan, <italic id="emphasis-10">o</italic><italic id="emphasis-11">ffering size</italic>, reputasi penjamin emisi dan profitabilitas perusahaan. Kinerja jangka panjang saham pasca IPO dengan menggunakan dua pengukuran yaitu <italic id="emphasis-12">Buy and Hold Abnormal Return</italic> dan <italic id="emphasis-13">Cumulative Abnormal Return</italic> . Pengukuran kinerja jangka panjang dalam penelitian ini menggunakan jangka waktu pengukuran beberapa periode yaitu 12 bulan, 24 bulan. Berdasarkan tinjauan teoritis dan empiris serta permasalahan yang telah dikemukakan, pengembangan hipotesisnya adalah:</p>
        <p id="paragraph-10">Optimisme Investor adalah keyakinan investor tentang arus kas masa depan, <xref id="x-39c4bcd59d68" rid="R73401017422348" ref-type="bibr">Baker and Wurgler (2006)</xref>  , dalam menyikapi IPO investor dapat di golongkan menjadi investor pesimis dan investor optimis. Investor optimis yang biasanya melakukan pembelian saham IPO. Ketika banyak terjadi ketidak pastian tentang penilaian perusahaan IPO maka investor optimis akan melakukan penilaian lebih tinggi. Menurut <xref id="x-6bdd6248c953" rid="R73401017422345" ref-type="bibr">Chahine (2002)</xref>  , kinerja jangka panjang yang menurun adalah hasil dari menjual saham dengan <italic id="emphasis-14">initial return</italic> yang tinggi dengan demikian tingginya harga saham pada awal perdagangan di pasar sekunder akan menghasilkan kinerja jangka panjang saham yang menurun (<xref id="x-bbf88a0bc0c1" rid="R73401017422345" ref-type="bibr">Chahine (2002)</xref> . Proxy dari optimisme investor adalah initial return yakni selisih harga penawaran di pasar perdana dengan harga penutupan di hari pertama di pasar sekunder. Semakin tinggi initial return maka semakin rendah kinerja jangka panjang saham pasca IPO, (<xref rid="R73401017422331" ref-type="bibr">How (2000)</xref>; <xref rid="R73401017422339" ref-type="bibr">Ritter (1991)</xref>; <xref rid="R73401017422341" ref-type="bibr">Suroso et al. (2006)</xref> . Berdasarkan hal tersebut maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: </p>
        <p id="paragraph-11">H<sub id="subscript-1">1</sub>: Optimisme Investor berpengaruh negatif terhadap kinerja jangka panjang saham pasca IPO. </p>
      </sec>
    </sec>
    <sec>
      <title id="t-b1b43e8fc647">Metode</title>
      <sec>
        <title id="t-0dc160f21465">
          <bold id="strong-11">Rancangan Penelitian</bold>
        </title>
        <p id="paragraph-14">Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif, suatu penelitian yang berusaha untuk menjelaskan pengaruh variabel-variabel yang diteliti melalui pengujian hipotesis. Penelitian ini menguji dan menganalisis pengaruh optimisme investor terhadap kinerja jangka panjang saham pasca IPO.  </p>
      </sec>
      <sec>
        <title id="t-6c3e3cc899e3">
          <bold id="strong-12">Sampel dan Tehnik Pengambilan Sampel</bold>
        </title>
        <p id="paragraph-16">Populasi penelitian ini adalah perusahaan yang melakukan <italic id="emphasis-15">initial public Offering</italic> (IPO) dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sampel penelitian ditentukan dengan <italic id="emphasis-16">purposive sampling</italic>. Kriteria yang digunakan adalah :</p>
        <list list-type="order">
          <list-item id="li-7555dedd21a0">
            <p> Perusahaan yang melakukan IPO dari tanggal 1 Januari 2004 – 31 Desember 2015, semua berjumlah 194 perusahaan. n. </p>
          </list-item>
          <list-item id="li-3e20bb7b9276">
            <p>Perusahaan IPO yang  tidak  melakukan st<italic id="emphasis-17">ock split, </italic>tidak delisting dari BEI dalam jangka waktu 2 tahun, hal ini disebabkan karena jangka waktu pengukuran kinerja jangka panjangnya paling lama 2 tahun.  </p>
          </list-item>
          <list-item id="li-d3ad28b6b4ae">
            <p>Memiliki informasi dan ketersediaan data yang digunakan dalam penelitian.<bold id="strong-13"/></p>
          </list-item>
        </list>
      </sec>
      <sec>
        <title id="t-07dd90fab875">
          <bold id="strong-14">Jenis dan Sumber Data</bold>
        </title>
        <p id="paragraph-18">Jenis data  enelitian ini adalah data sekunder, yang berupa data pasar modal 2004-20017, data perusahaan IPO tahun 2004-2015. Data tersebut antara lain: nama perusahaan<italic id="emphasis-18">,</italic><italic id="emphasis-19"> </italic>prospektus perusahaan, harga penawaran saham, harga penutupan saham hari pertama di pasar sekunder, harga saham bulanan sampai dengan 12 bulan, 24 bulan, indeks harga saham gabungan bulanan sampai dengan 12 bulan, 24 bulan. Data dalam penelitian ini diperoleh dari Galeri Bursa Efek Indonesia di Universitas Muhammadiyah Gresik, PT <italic id="emphasis-20">Indonesian Capital Market Electronic Library</italic> (ICaMEL), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia serta bahan publikasi lain yang mendukung. </p>
      </sec>
      <sec>
        <title id="t-c0cbc9444e88">
          <bold id="strong-15">Variabel Penelitian</bold>
        </title>
        <p id="paragraph-20">Variabel Penelitian terdiri atas variabel independen, variabel dependen dan variabel kontrol. Variabel independen dalam penelitian ini adalah optimisme investor. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kinerja jangka panjang saham pasca IPO sedangkan variabel kontrolnya adalah ukuran perusahaan, umur perusahaan, <italic id="emphasis-21">offering size</italic>, reputasi penjamin emisi dan profitabilitas.</p>
      </sec>
      <sec>
        <title id="t-96da91795da2">
          <bold id="strong-16">Pengukuran Variabel</bold>
          <bold id="strong-17"> </bold>
          <bold id="strong-18"> </bold>
        </title>
        <sec>
          <title id="t-406bbcc62ed3">Variabel Indipenden </title>
          <p id="paragraph-24">Optimisme Investor adalah keyakinan investor tentang arus kas masa depan ( Puri, 2006), yang diukur dengan:  </p>
          <p id="paragraph-25">Return pada hari pertama di pasar sekunder diukur dengan selisih antara harga saham penutupan pada hari pertama di pasar sekunder dengan harga penawaran perdana dibagi dengan harga penawaran perdana, <xref id="x-80db7f166874" rid="R73401017422348" ref-type="bibr">Baker et al. (2006)</xref></p>
          <p id="paragraph-26">   <inline-formula id="if-33bba6cec821"> <mml:math xmlns:mml="http://www.w3.org/1998/Math/MathML"><mml:mi>O</mml:mi><mml:mi>P</mml:mi><mml:mi>T</mml:mi><mml:mi>i</mml:mi><mml:mo>=</mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mfrac><mml:mrow><mml:mi>p</mml:mi><mml:mi>i</mml:mi><mml:mn>1</mml:mn><mml:mo>-</mml:mo><mml:mi>p</mml:mi><mml:mi>i</mml:mi><mml:mn>0</mml:mn></mml:mrow><mml:mrow><mml:mi>p</mml:mi><mml:mi>i</mml:mi><mml:mn>0</mml:mn></mml:mrow></mml:mfrac><mml:mi>x</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mn>100</mml:mn><mml:mo>%</mml:mo></mml:math></inline-formula> </p>
          <p id="paragraph-27">OPT<sub id="subscript-3">i</sub> = Optimisme Investor <italic id="emphasis-22"> </italic></p>
          <p id="paragraph-28">Pi<sub id="subscript-4">0 </sub>  = harga penawaran saham i </p>
          <p id="paragraph-29">Pi<sub id="subscript-5">1 </sub>   = harga penutupan pada hari pertama dipasar sekunder saham i</p>
        </sec>
        <sec>
          <title id="t-8b9e135cb86b">Variabel Dependen</title>
          <p id="paragraph-31">Kinerja Jangka Panjang Saham Pasca IPO (Y) </p>
          <p id="paragraph-32">Kinerja jangka panjang saham pasca IPO adalah hasil yang diperoleh investor yang merefleksikan kinerja pasar perusahaan. Tolok ukur kinerja jangka panjang saham pasca IPO digunakan dua pengukuran yaitu:</p>
          <list list-type="order">
            <list-item id="li-7febca4dfc0d">
              <p> <italic id="emphasis-23">Cumulati</italic><italic id="emphasis-24">ve</italic><italic id="emphasis-25"> Abnormal Return</italic>(<italic id="emphasis-26">CAR</italic>)  </p>
            </list-item>
          </list>
          <p id="paragraph-34"><xref id="x-053790d04e5c" rid="R73401017422339" ref-type="bibr">Ritter (1991)</xref> Ritter (1991) menggunakan <italic id="emphasis-27">cumulative abnormal return</italic> untuk mengukur kinerja jangka panjang saham dengan rata-rata return saham yang dikoreksi dengan return pasar.  Rumus bisa dilihat pada <xref id="x-e0cd82f681a3" rid="f-83cac812303e" ref-type="fig">Figure 1</xref> </p>
          <p id="p-126403d4af6a"> </p>
          <fig id="f-83cac812303e" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
            <label>Figure 1 </label>
            <caption id="c-594d8d7d7a49">
              <title id="t-f4a19be9332d">Rumus CAR</title>
            </caption>
            <graphic id="g-1056b23a2f6d" xlink:href="https://typeset-prod-media-server.s3.amazonaws.com/article_uploads/b3030829-248c-41dd-8a10-ba66a50e4b5a/image/884fcdb5-74c4-40d4-a501-834ac35a89f6-um1.png"/>
          </fig>
          <p id="p-7b0ff658ff72">CAR<sub id="s-ecaa15acd2a5">i</sub>= return kumulatif saham i yang dikoreksi dengan return pasar pada bulan 1 sampai ke t. <xref id="x-c1b9c60eff65" rid="R73401017422339" ref-type="bibr">Ritter (1991)</xref>  menyebutkan sebagai <italic id="e-b18d1e9773d8">cumulative adjusted after market performance.</italic><italic id="e-2195b327612d"> </italic></p>
          <p id="paragraph-2"><italic id="e-6f8e858a03e0"> </italic>AR <sub id="subscript-2">it</sub> = R <sub id="s-29796340da77">it</sub> – E(R <sub id="s-988a2a9fab56">it</sub>)</p>
          <p id="paragraph-4">AR <sub id="s-a3544b30286c">it </sub> = abnormal return dengan <italic id="e-0c78a94282c7">market adjusted return</italic> saham i bulan t</p>
          <p id="paragraph-5">R <sub id="subscript-6">it</sub> = return saham i pada bulan t </p>
          <p id="p-537a3922423c">E(R <sub id="subscript-7">it</sub>) = eskpektasi return saham i pada bulan t dengan menggunakan return pasar dalam hal ini menggunakan IHSG.</p>
          <p id="p-dc31599c770c">2.  <italic id="e-2167f76f396e">Buy and Hold Abnormal Return</italic> (BHAR).  </p>
          <p id="paragraph-1"><italic id="e-da5d6c7897b5">Buy and hold abnormal return</italic><italic id="e-9467b6d17597"> </italic>adalah keuntungan karena membeli dan menahan saham untuk jangka waktu tertentu, <xref id="x-811ef124440f" rid="R73401017422358" ref-type="bibr">Loughran and Ritter (1997)</xref> <xref rid="R73401017422345" ref-type="bibr">Chahine (2002)</xref>; <xref rid="R73401017422358" ref-type="bibr">Loughran et al. (1997)</xref> . Penggunaan <italic id="e-f1dafa249b5c">buy and hold abnormal return </italic> dengan alasan,  enelitian ini menganggap keuntungan investasi pada saham IPO dari waktu ke waktu dalam jangka waktu pendek bukanlah kegiatan investasi melainkan kegiatan spekulasi yang diluar dari bahasan penelitian ini. Penelitian ini menetapkan keuntungan karena membeli saham IPO pada awal perdagangan dan menjual kembali dalam jangka waktu 12 bulan, 24 bulan. <italic id="e-857756a7c06c">Buy and hold return abnormal return, </italic>variabel ini diformulasikan sesuai dengan rumus pada <xref id="x-b2fe54001483" rid="f-021dded5faba" ref-type="fig">Figure 2</xref> </p>
          <p id="p-c5404f415d02"/>
          <fig id="f-021dded5faba" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
            <label>Figure 2 </label>
            <caption id="c-1aa68cd7f565">
              <title id="t-d17a52621a46">Rumus BHAR</title>
            </caption>
            <graphic id="g-8491fbf41da2" xlink:href="https://typeset-prod-media-server.s3.amazonaws.com/article_uploads/b3030829-248c-41dd-8a10-ba66a50e4b5a/image/5c39fa8e-c02a-4ece-88fe-30b004a3dbcf-um2.png"/>
          </fig>
          <p id="p-402f0dfabc76">BHAR<sub id="s-5887a88f3cfa">i,<italic id="e-af2b443d9473">t</italic></sub> = <italic id="e-d92019bc74ac">Buy and hold abnormal return</italic>sekuritas i periode t, saham dibeli pada harga penutupan di hari pertama listing dan ditahan sampai 12 bulan, 24 bulan </p>
          <p id="p-12f3a5877337">R<sub id="s-fbaa82247fff">i,t</sub>  = <italic id="e-03b201abe2e4">Return</italic> sekuritas i pada periode t</p>
          <p id="paragraph-3">T  = Periode (12, 24)</p>
          <p id="p-c3d4e3920561">E(R<sub id="s-76e0b6bbbfc8">i,t</sub>) =<italic id="e-31da8b296f76">Expected return</italic><italic id="e-925d5973eb41"> </italic>sekuritas i periode T dengan menggunakan <italic id="e-909ae75b7c00">market adjusted model</italic><italic id="e-c222b9ed450f"> </italic>dalam hal ini menggunakan IHSG.</p>
        </sec>
        <sec>
          <title id="t-8a74dc9904f8"> Variabel Kontrol</title>
          <sec>
            <sec>
              <title id="t-018e6e773097">Ukuran Perusahaan </title>
              <p id="paragraph-51">Ukuran perusahaan adalah besar kecilnya perusahaan yang diukur dengan jumlah total penjualan dalam setahun, yang diambil dari laporan laba rugi perusahaan IPO untuk periode yang berakhir 31 Desember tahun sebelum IPO dilaksanakan, dengan demikian ukuran perusahaan dihitung sebagai berikut: </p>
              <p id="p-cf089ec48e67"><inline-formula id="if-4bc7c75855b7"> <mml:math xmlns:mml="http://www.w3.org/1998/Math/MathML"><mml:mi>U</mml:mi><mml:mi>K</mml:mi><mml:mi>i</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mo>=</mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>L</mml:mi><mml:mi>n</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mo>(</mml:mo><mml:mi>P</mml:mi><mml:mi>e</mml:mi><mml:mi>n</mml:mi><mml:mi>j</mml:mi><mml:mi>u</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mi>l</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mi>n</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>p</mml:mi><mml:mi>e</mml:mi><mml:mi>r</mml:mi><mml:mi>u</mml:mi><mml:mi>s</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mi>h</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mi>n</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>I</mml:mi><mml:mi>P</mml:mi><mml:mi>O</mml:mi><mml:mi>i</mml:mi><mml:mo>)</mml:mo></mml:math></inline-formula> </p>
            </sec>
            <sec>
              <title id="t-67f272256019"> Umur Perusahaan </title>
              <p id="paragraph-54">Umur Perusahaan adalah umur yang dihitung mulai perusahaan berdiri berdasarkan akte pendirian sampai dengan saat perusahaan tersebut melakukan penawaran umum perdana. Umur perusahaan diukur dengan jumlah tahun.</p>
              <p id="p-b971061a1dbf"><inline-formula id="if-b241de60a986"> <mml:math xmlns:mml="http://www.w3.org/1998/Math/MathML"><mml:mtable columnalign="left"><mml:mtr><mml:mtd><mml:mi>A</mml:mi><mml:mi>G</mml:mi><mml:mi>E</mml:mi><mml:mi>i</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mo>=</mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>T</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mi>h</mml:mi><mml:mi>u</mml:mi><mml:mi>n</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>p</mml:mi><mml:mi>e</mml:mi><mml:mi>r</mml:mi><mml:mi>u</mml:mi><mml:mi>s</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mi>h</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mi>n</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>b</mml:mi><mml:mi>e</mml:mi><mml:mi>r</mml:mi><mml:mi>d</mml:mi><mml:mi>i</mml:mi><mml:mi>r</mml:mi><mml:mi>i</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mo>–</mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>T</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mi>h</mml:mi><mml:mi>u</mml:mi><mml:mi>n</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>p</mml:mi><mml:mi>e</mml:mi><mml:mi>r</mml:mi><mml:mi>u</mml:mi><mml:mi>s</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mi>h</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mi>n</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>I</mml:mi><mml:mi>P</mml:mi><mml:mi>O</mml:mi><mml:mi>i</mml:mi></mml:mtd></mml:mtr><mml:mtr><mml:mtd/></mml:mtr></mml:mtable></mml:math></inline-formula> </p>
            </sec>
            <sec>
              <title id="t-2a38c0cba0b8"> <italic id="emphasis-44">Offering Size</italic> </title>
              <p id="paragraph-57"><italic id="emphasis-45">Offering size</italic> adalah jumlah penawaran saham pada saat IPO. <italic id="emphasis-46">Offering size</italic> diukur dengan harga penawaran saham pada saat IPO dikalikan dengan jumlah lembar saham yang diterbitkan dibandingkan dengan kapitalisasi pasar.</p>
              <p id="paragraph-59"><inline-formula id="if-8fa358d331f9"> <mml:math xmlns:mml="http://www.w3.org/1998/Math/MathML"><mml:mi>O</mml:mi><mml:mi>f</mml:mi><mml:mi>f</mml:mi><mml:mi>e</mml:mi><mml:mi>r</mml:mi><mml:mi>i</mml:mi><mml:mi>n</mml:mi><mml:mi>g</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>S</mml:mi><mml:mi>i</mml:mi><mml:mi>z</mml:mi><mml:mi>e</mml:mi><mml:mi>i</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mo>=</mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mfrac><mml:mrow><mml:mi>H</mml:mi><mml:mi>P</mml:mi><mml:mi>i</mml:mi><mml:mi>X</mml:mi><mml:mi>J</mml:mi><mml:mi>L</mml:mi><mml:mi>S</mml:mi><mml:mi>i</mml:mi></mml:mrow><mml:mrow><mml:mi>T</mml:mi><mml:mi>K</mml:mi><mml:mi>P</mml:mi></mml:mrow></mml:mfrac></mml:math></inline-formula> </p>
              <p id="p-69b06f35dfd7"><italic id="e-b85de230a79f">Offering Size<sub id="s-b3fa48fa68e9">i</sub></italic> = Jumlah Penawaran Saham i pada saat IPO</p>
              <p id="paragraph-60">HP<sub id="subscript-22">i</sub> = Harga Penawaran Saham i </p>
              <p id="paragraph-61">JLS<sub id="subscript-23">i </sub> = Jumlah Lembar  aham i yang diterbitkan</p>
              <p id="paragraph-62">TKP = Total Kapitalisasi Pasar </p>
            </sec>
          </sec>
          <sec>
            <title id="t-e85af3e27c60">Reputasi Penjamin Emisi </title>
            <p id="paragraph-64">Pemeringkatan reputasi penjamin emisi didasarkan pada frekuwensi dipakainya penjamin emisi pada saat perusahaan melakukan IPO dalam satu tahun. Penjamin emisi yang mempunyai reputasi tinggi adalah penjamin emisi yang berada diatas rata-rata frekuwensi dipakainya penjamin emisi dalam setahunsedangkan yang frekwensinya berada dibawah rata-rata frekuwensi  dikatagorikan sebagai penjamin emisi yang tidak memiliki reputasi tinggi. Rata-rata dihitung dengan: </p>
            <p id="p-934053117b23"><inline-formula id="if-80037e78929e"> <mml:math xmlns:mml="http://www.w3.org/1998/Math/MathML"><mml:mi>R</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mi>t</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mo>-</mml:mo><mml:mi>R</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mi>t</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>F</mml:mi><mml:mi>r</mml:mi><mml:mi>e</mml:mi><mml:mi>k</mml:mi><mml:mi>u</mml:mi><mml:mi>e</mml:mi><mml:mi>n</mml:mi><mml:mi>s</mml:mi><mml:mi>i</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mo>=</mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mfrac><mml:msub><mml:mo>∑</mml:mo><mml:mrow><mml:mi>F</mml:mi><mml:mi>r</mml:mi><mml:mi>e</mml:mi><mml:mi>k</mml:mi><mml:mi>u</mml:mi><mml:mi>e</mml:mi><mml:mi>n</mml:mi><mml:mi>s</mml:mi><mml:mi>i</mml:mi></mml:mrow></mml:msub><mml:msub><mml:mo>∑</mml:mo><mml:mrow><mml:mi>P</mml:mi><mml:mi>e</mml:mi><mml:mi>n</mml:mi><mml:mi>j</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mi>m</mml:mi><mml:mi>i</mml:mi><mml:mi>n</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>E</mml:mi><mml:mi>m</mml:mi><mml:mi>i</mml:mi><mml:mi>s</mml:mi><mml:mi>i</mml:mi></mml:mrow></mml:msub></mml:mfrac></mml:math></inline-formula> </p>
            <p id="p-541fb7c2f632">∑ frekuwensi = Jumlah frekwensi penjamin emisi melakukan penjaminan dalam setahun</p>
            <p id="p-d6dbfde88c8f">∑penjamin emisi = Jumlah penjamin emisi yang melakukan penjaminan dalam setahun</p>
          </sec>
          <sec>
            <title id="t-ef3b68df16d6"> Profitabilitas  </title>
            <p id="paragraph-69">Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan menghasilkan laba di masayang akandatang atau kemampuan perusahaan menghasilkan laba yang bisa diperoleh pemegang saham. Pengukuran profitabilitas perusahaan digunakan <italic id="emphasis-49">return on equitas </italic> (ROE), yang persamaannya adalah: </p>
            <p id="paragraph-70"> <inline-formula id="if-93c4800588f3"> <mml:math xmlns:mml="http://www.w3.org/1998/Math/MathML"><mml:mo> </mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>R</mml:mi><mml:mi>O</mml:mi><mml:mi>E</mml:mi><mml:mi>i</mml:mi><mml:mo>,</mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>t</mml:mi><mml:mo>-</mml:mo><mml:mn>1</mml:mn><mml:mo> </mml:mo><mml:mo>=</mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mfrac><mml:mrow><mml:mi>E</mml:mi><mml:mi>A</mml:mi><mml:mi>T</mml:mi><mml:mi>i</mml:mi><mml:mo>,</mml:mo><mml:mi>t</mml:mi><mml:mo>-</mml:mo><mml:mn>1</mml:mn></mml:mrow><mml:mrow><mml:mi>T</mml:mi><mml:mi>E</mml:mi><mml:mi>i</mml:mi><mml:mo>,</mml:mo><mml:mi>t</mml:mi><mml:mo>-</mml:mo><mml:mn>1</mml:mn></mml:mrow></mml:mfrac></mml:math></inline-formula> </p>
          </sec>
        </sec>
      </sec>
      <sec>
        <title id="t-e4f8ea3be2ad">
          <bold id="strong-19">Model Analisis</bold>
        </title>
        <p id="paragraph-72">Untuk menguji hipotesis yang telah dikembangkan dalam penelitian ini digunakan model regresi linier berganda dua tahap. Model yang digunakan untuk menjawab hipotesis tersebut adalah digunakan model 1 dan 2sebagai berikut :</p>
        <p id="paragraph-73">(1) CAR<sub id="subscript-26">i</sub>= α<sub id="subscript-27">1</sub> + β<sub id="subscript-28">1</sub>OPT<sub id="subscript-29">i</sub>+ β<sub id="subscript-30">2 </sub>UK<sub id="subscript-31">i</sub> + β<sub id="subscript-32">3 </sub>AGE<sub id="subscript-33">i</sub>+ β<sub id="subscript-34">4</sub>OFFSIZE<sub id="subscript-35">i</sub> + β<sub id="subscript-36">5</sub>REP<sub id="subscript-37">i</sub>+ β<sub id="subscript-38">6</sub>ROE<sub id="subscript-39">i</sub>+ ε<sub id="subscript-40">1</sub></p>
        <p id="paragraph-74">(2) BHAR<sub id="subscript-41">i</sub>= α<sub id="subscript-42">1</sub> +β<sub id="subscript-43">1</sub>OPT<sub id="subscript-44">i</sub> +β<sub id="subscript-45">2</sub>UK<sub id="subscript-46">i</sub> +β<sub id="subscript-47">3</sub>AGE<sub id="subscript-48">i</sub>+ β<sub id="subscript-49">4</sub>OFFSIZE<sub id="subscript-50">i</sub>+ β<sub id="subscript-51">5</sub>REP<sub id="subscript-52">i</sub>+ β<sub id="subscript-53">6</sub>ROE<sub id="subscript-54">i</sub> + ε<sub id="subscript-55">1</sub></p>
        <p id="paragraph-75">dengan: </p>
        <p id="paragraph-76">CAR<sub id="subscript-56">i</sub> = Cumulative Abnormal Return saham i</p>
        <p id="paragraph-77">BHAR<sub id="subscript-57">i </sub> = <italic id="emphasis-50">Buy and Hold Abnormal Return</italic>saham i</p>
        <p id="paragraph-78">OPT<sub id="subscript-58">i</sub> = Optimisme Investor i</p>
        <p id="paragraph-79">UK<sub id="subscript-59">i</sub> = Ukuran perusahaan saham i</p>
        <p id="paragraph-80">AGE<sub id="subscript-60">i</sub> = Umur perusahaan saham i</p>
        <p id="paragraph-81">OFFSIZE<sub id="subscript-61">i</sub> = <italic id="emphasis-51">Offering size</italic> saham i</p>
        <p id="paragraph-82">REP<sub id="subscript-62">i</sub> = Reputasi <italic id="emphasis-52">underwriter</italic><italic id="emphasis-53"> </italic>saham i</p>
        <p id="paragraph-83">ROE<sub id="subscript-63">i</sub> = Profitabilitas saham i</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec>
      <title id="t-04b90ad0edd9">
        <bold id="strong-20">Hasil dan Pembahasan</bold>
      </title>
      <p id="paragraph-85"><bold id="strong-21"> </bold>Penelitian ini menggunakan data 14 tahun yaitu mulai tahun 2004 sampai tahun 2017 dan perusahaan IPO 2004-2015. Dari dua belas tahun tersebut akhirnya diperoleh 194 perusahaan IPO yang memenuhi syarat untuk diolah dengan menggunakan SPSS, <xref id="x-39e4c2643b06" rid="tw-a3d3f9bd139e" ref-type="table">Table 1</xref>  memperlihatkan statistik diskriptif penelitian.</p>
      <table-wrap id="tw-a3d3f9bd139e" orientation="portrait">
        <label>Table 1</label>
        <caption id="c-029e32b026b0">
          <title id="t-82fcb92d63f4">Statistik Diskriptif</title>
        </caption>
        <table id="table-1" rules="rows">
          <colgroup/>
          <tbody id="table-section-1">
            <tr id="table-row-1">
              <td id="table-cell-1" align="left"></td>
              <td id="table-cell-2" align="left"></td>
              <td id="table-cell-3" align="left">Minimum</td>
              <td id="table-cell-4" align="left">Maksimum</td>
              <td id="table-cell-5" align="left">Average</td>
              <td id="table-cell-6" align="left">Dev Std</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-2">
              <td id="table-cell-7" align="left">OPT (%)</td>
              <td id="table-cell-8" align="left">194</td>
              <td id="table-cell-9" align="left">-86,37</td>
              <td id="table-cell-10" align="left">267,19</td>
              <td id="table-cell-11" align="left">23,5427</td>
              <td id="table-cell-12" align="left">39,82511</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-3">
              <td id="table-cell-13" align="left">UK (Ln )</td>
              <td id="table-cell-14" align="left">194</td>
              <td id="table-cell-15" align="left">18,40</td>
              <td id="table-cell-16" align="left">34,50</td>
              <td id="table-cell-17" align="left">26,7067</td>
              <td id="table-cell-18" align="left">2,47816</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-4">
              <td id="table-cell-19" align="left">AGE (th)</td>
              <td id="table-cell-20" align="left">194</td>
              <td id="table-cell-21" align="left">2,00</td>
              <td id="table-cell-22" align="left">90,00</td>
              <td id="table-cell-23" align="left">18,8093</td>
              <td id="table-cell-24" align="left">14,34438</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-5">
              <td id="table-cell-25" align="left">OFFSIZE (%)</td>
              <td id="table-cell-26" align="left">194</td>
              <td id="table-cell-27" align="left">0,00</td>
              <td id="table-cell-28" align="left">0,68</td>
              <td id="table-cell-29" align="left">0,0284</td>
              <td id="table-cell-30" align="left">0,06097</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-6">
              <td id="table-cell-31" align="left">REP (dummy)</td>
              <td id="table-cell-32" align="left">194</td>
              <td id="table-cell-33" align="left">0,00</td>
              <td id="table-cell-34" align="left">1,00</td>
              <td id="table-cell-35" align="left">0,6804</td>
              <td id="table-cell-36" align="left">0,46752</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-7">
              <td id="table-cell-37" align="left">ROE (%)</td>
              <td id="table-cell-38" align="left">194</td>
              <td id="table-cell-39" align="left">-1,97</td>
              <td id="table-cell-40" align="left">57,66</td>
              <td id="table-cell-41" align="left">2,6048</td>
              <td id="table-cell-42" align="left">7,52669</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-8">
              <td id="table-cell-43" align="left">CAR12(desi)</td>
              <td id="table-cell-44" align="left">194</td>
              <td id="table-cell-45" align="left">-1,74</td>
              <td id="table-cell-46" align="left">3,97</td>
              <td id="table-cell-47" align="left">0,1050</td>
              <td id="table-cell-48" align="left">0,80413</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-9">
              <td id="table-cell-49" align="left">CAR24(desi)</td>
              <td id="table-cell-50" align="left">194</td>
              <td id="table-cell-51" align="left">-7,03</td>
              <td id="table-cell-52" align="left">5,21</td>
              <td id="table-cell-53" align="left">-0,06670</td>
              <td id="table-cell-54" align="left">1,11899</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-10">
              <td id="table-cell-55" align="left">BHAR12(desi)</td>
              <td id="table-cell-56" align="left">194</td>
              <td id="table-cell-57" align="left">-3,33</td>
              <td id="table-cell-58" align="left">22,72</td>
              <td id="table-cell-59" align="left">0,2443</td>
              <td id="table-cell-60" align="left">2,23622</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-11">
              <td id="table-cell-61" align="left">BHAR24(desi)</td>
              <td id="table-cell-62" align="left">194</td>
              <td id="table-cell-63" align="left">-3,41</td>
              <td id="table-cell-64" align="left">90,95</td>
              <td id="table-cell-65" align="left">0,3716</td>
              <td id="table-cell-66" align="left">6,64881</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="p-1cb5e34c4876"/>
      <p id="paragraph-153">Keterangan : OPT = Optimisme Investor, UK = Ukuran Perusahaan, AGE = Umur Perusahaan, OFFSIZE = Ukuran Penawaran, REP = Reputasi Penjamin Emisi, ROE = <italic id="emphasis-54">Return On Equity,</italic> CAR = <italic id="emphasis-55">Cumulatif Abnormal Return,</italic> BHAR = <italic id="emphasis-56">Buy and Hold Return</italic></p>
      <p id="paragraph-154"><bold id="strong-24"> </bold>Nilai optimisme investor maksimum terjadi pada PT Link Net Tbk (LINK) yaitu sebesar 267,19%. Terdapat 29 perusahaan sampel yang mempunyai Optimisme investor negatif, dan yang nilai optimisme investor negatif terkecil adalah PT Impack Pratama Tbk (IMPC), dengan optimisme investor sebesar -86,37%. Nilai optimisme investor yang negatif mengindikasikan bahwa pada saat IPO PT Impack Pratama Tbk terjadi <italic id="emphasis-57">overpricing</italic> atau harga penawaran saat IPO lebih tinggi dari harga penutupan hari pertama di pasar sekunder. Nilai rata-rata ukuran perusahaan IPO sebesar 26,70 dan nilai minimal ukuran perusahaan IPO pada PT Benakat Petrolium Energy Tbk (BIPI) sebesar 18,4 dengan penjualan Rp 98.000.000,00 dan nilai maksimal ukuran perusahaan pada PT Krakatau Stell Tbk (KRAS) dengan nilai 34,50 dengan ukuran perusahaan sebesar Rp 2.570.000.000.000,00. Perusahaan yang melakukan IPO yang berumur paling muda adalah PT Inovisi Infracom Tbk (INVS) dengan umur 2 tahun dan yang berumur paling tua adalah PT Jaya Agra Watie Tbk (JAWA) dengan umur perusahaan pada saat IPO sebesar 90 tahun nilai minimum <italic id="emphasis-58">offering size</italic> perusahaan IPO sebesar 0,0009% sedang nilai maksimum <italic id="emphasis-59">offering size</italic> perusahaan IPO sebesar 0,6801%. Nilai <italic id="emphasis-60">offering size</italic> minimum pada PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) dengan harga penawaran Rp 225,00 per lembar dengan jumlah lembar saham sebanyak 150.000.000 lembar. Perusahaan IPO dengan <italic id="emphasis-61">offering size</italic> maksimum pada PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dengan harga penawaran Rp 1.100,00 dengan jumlah lembar saham yang ditawarkan 31.986.000.000 lembar. </p>
      <p id="paragraph-157">Secara rata-rata Reputasi Penjamin Emisi di pasar modal Indonesia adalah 0,7261. Terdapat 39 perusahaan IPO yang nilai reputasi penjamin emisinya sebesar 0,000 yang berarti 24,840% perusahaan IPO menggunakan penjamin emisi yang berkwalitas rendah. Perusahaan dengan nilai <italic id="emphasis-62">ROE</italic> terendah adalah PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN) dengan <italic id="emphasis-63">ROE</italic> sebesar -38,720% dan perusahaan dengan <italic id="emphasis-64">ROE</italic> tertinggi adalah PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) dengan <italic id="emphasis-65">ROE</italic> sebesar 253,770%. </p>
      <p id="paragraph-158">Perbedaan pengukuran ini dilakukan karena diberbagai studi mengungkapkan bahwa kinerja jangka panjang saham pasca IPO tergantung pada metode pengukuran yang dipakai, menurut Wang (2010). Pengukuran yang pertama dengan CAR, perusahaan dengan CAR12 terendah adalah PT Bumi Tehnokultura Unggul Tbk (BTEK) dengan CAR12 sebesar -1,74 (-174,00%) dan perusahaan dengan CAR12 tertinggi adalah PT Inovisi Infracom Tbk (INVS) dengan CAR12 3,9686 (396,86%).</p>
      <p id="paragraph-159"><italic id="emphasis-66">Cumulative abnormal return</italic> dengan jangka waktu 24 bulan (CAR24) yang paling rendah pada PT Semen Baturaja Persero Tbk (SMBR) dengan nilai -7,0325 (-703,25%) dan yang paling besar CAR24 pada PT Inovasi Infracom Tbk (INVS) dengan CAR24 sebesar 5,2081 (520,81%). </p>
      <p id="paragraph-160">Nilai BHAR12 terendah adalah PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) dengan BHAR sebesar -1,7002 (-170,02%), BTPN ini go public pada tahun 2008 yang pada saat itu kondisi perekonomian lagi krisis sehinggga harga saham menurun. Perusahaan dengan BHAR12 dengan nilai BHAR tertinggi adalah PT Inovasi Infracom Tbk (INVS) dengan nilai 22,7207 (227,207%). Nilai rata-rata <italic id="emphasis-67">buy and hold abnormal return</italic> jangka waktu 24 bulan (BHAR24) sebesar 0,4735 (47,35%). <italic id="emphasis-68">Buy and hold abnormal return</italic> jangka waktu 24 bulan dengan nilai terendah adalah PT Sekawan Inti Pratama Tbk (SIAP) dengan nilai -2,0206 (-202,06%) dan perusahaan yang mempunyai nilai maksimum adalah PT Inovasi Infracom Tbk (INVS) dengan nilai sebesar 90,9521 (909,521%). Terdapat perbedaan hasil perhitungan kinerja jangka panjang saham dengan menggunakan CAR dan BHAR, tetapi perbedaannya tidak signifikan. </p>
      <p id="paragraph-161">
        <bold id="strong-26">Optimisme Investor </bold>
        <bold id="strong-27">dengan <italic id="emphasis-69">Cumulative Abnormal Return</italic></bold>
      </p>
      <p id="paragraph-162">Pengujian terhadap hipotesis yang mengatakan variabel OPT dengan variabel kontrol, UK, AGE, OFFSIZE, REP dan ROE berpengaruh terhadap kinerja jangka panjang saham pasca IPO dengan pengukuran CAR12, CAR24. Dari tabel 2, ditemukan optimisme investor tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap CAR12 pada model 1, pada model 2 variabel indipenden yang berpengaruh signifikan dengan CAR12 dan CAR24 adalah ukuran perusahaan. Pada CAR12, ukuran perusahaan signifikan pada 10% dan CAR24 signifikan pada tingkat 5%. </p>
      <p id="p-afcf56347078"/>
      <table-wrap id="tw-8cc014b19878" orientation="portrait">
        <label>Table 2</label>
        <caption id="c-0a90f95ff959">
          <title id="t-f8a006611019">
            <bold id="s-6d90f8c0b83f"> Hasil Regresi dengan Variabel Dependen <italic id="emphasis-70">Cumulative Abnormal Return</italic></bold>
          </title>
        </caption>
        <table id="t-ef5753a0e0d6" rules="rows">
          <colgroup/>
          <tbody id="ts-35abb5ac1458">
            <tr id="tr-5e195fefe722">
              <td id="tc-04eec25a1bf6" rowspan="2" align="left">Model</td>
              <td id="tc-0d2b5236012e" colspan="2" align="left">Koefisien Beta</td>
            </tr>
            <tr id="tr-ae0f214cdfe1">
              <td id="tc-d0deaed514d1" align="left">CAR12</td>
              <td id="tc-70b43c7e9d19" align="left">CAR24</td>
            </tr>
            <tr id="tr-7a05299154c9">
              <td id="tc-4ddc99d3589b" align="left">ConstantOPT</td>
              <td id="tc-417856fe5b62" align="left">0,129-0,001</td>
              <td id="tc-2063b7141e7d" align="left">-0,033-0,001</td>
            </tr>
            <tr id="tr-5f4efa5329d2">
              <td id="tc-e85274dd42db" align="left">R2</td>
              <td id="tc-d7b056aedbf6" align="left">0,003</td>
              <td id="tc-c778becd2024" align="left">0,003</td>
            </tr>
            <tr id="tr-cbe4f1f23120">
              <td id="tc-f8129cfe8441" align="left">Adj R2</td>
              <td id="tc-d9ad421d75ba" align="left">-0,003</td>
              <td id="tc-f933f547d446" align="left">-0,003</td>
            </tr>
            <tr id="tr-a124d73f4f99">
              <td id="tc-a0aba7726195" align="left">Constant OPTUKAGEOFFSIZEREPROE</td>
              <td id="tc-aaa159291628" align="left">-0,934-0,0010,035*0,002-1,0050,0270,027</td>
              <td id="tc-40c50c732af8" align="left">-1,737-0,001-0,066**-0,003-0,8640,067-0,008</td>
            </tr>
            <tr id="tr-d173fa9019db">
              <td id="tc-b07edd029ed3" align="left">R2</td>
              <td id="tc-c63dab244727" align="left">0,031</td>
              <td id="tc-ffcab249f17e" align="left">0,031</td>
            </tr>
            <tr id="tr-df83d21c53ba">
              <td id="tc-7f01a6a0015b" align="left">Adj R2</td>
              <td id="tc-3e3af10c118c" align="left">-0,001</td>
              <td id="tc-bf9361932d34" align="left">0,000</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="paragraph-208">a. Dependen Variable: CAR12, CAR24. </p>
      <p id="paragraph-209">b. Predictors: (Constant), OPT, UK, AGE, OFFSIZE, REP, ROA </p>
      <p id="paragraph-210">c. ** sign pada level 0,05, *sign pada level 0,10</p>
      <p id="paragraph-211"> </p>
      <p id="paragraph-212">Hasil studi pada<xref id="x-16ed99daf344" rid="tw-8cc014b19878" ref-type="table">Table 2</xref>   tuntuk variabel optimisme investor secara partial pada pengujian pertama antara variabel utama dengan variabel CAR12 diperoleh hasil pengaruh negatif. Hal ini sesuai dengan teori yang menjelaskan tentang optimisme investor di awal perdagangan di pasar sekunder yang berdampak negatif terhadap kinerja jangka panjang saham pasca IPO, hasil penelitian <xref id="x-f6c075daddd6" rid="R73401017422341" ref-type="bibr">Suroso et al. (2006)</xref> . Temuan tentang optimisme investor berdampak negatif pada kinerja jangka panjang saham pasca IPO hanya menemukan dampak yang signifikan untuk periode beli simpan 6 bulan. Investor optimis akan memberikan penilaian yang lebih tinggi ketika banyak terjadi ketidak pastian dari pada investor pesimis. Dengan adanya <italic id="emphasis-71">excess demand</italic><italic id="emphasis-72"> </italic>investor yang tidak berhasil membeli saham IPO dipasar perdana, membeli saham IPO pada awal perdagangan di pasar sekunder dengan harga yang tinggi. <italic id="emphasis-73">Longrun under performance</italic> merupakan akibat dari aktivitas menjual saham dengan perolehan <italic id="emphasis-74">initial return</italic> yang tinggi di hari pertama di pasar sekunder (<xref id="x-291aef1b0811" rid="R73401017422345" ref-type="bibr">Chahine (2002)</xref> . Investor pada saat melakukan pengambilan keputusan pembelian saham IPO yang diperhatikan ternyata adalah ukuran perusahaan. Ukuran perusahaan mendominasi pengaruhnya terhadap kinerja jangka panjang saham pasca IPO baik untuk CAR12 maupun CAR24 sedang variabel kontrol lainnya ukuran penawaran, reputasi penjamin emisi, <italic id="emphasis-75">return on equity </italic> tidak berpengaruh. </p>
      <p id="paragraph-213"> Investor pada periode 24 bulan ini dalam melakukan pengambilan keputusan pembelian saham IPO memperhatikan ukuran perusahaan terutama investor yang menahan saham IPO dalam jangka panjang. Ukuran perusahaan yang semakin besar akan menyebabkan kinerja jangka panjang saham pasca IPO akan semakin baik. Optimisme investor untuk kedua periode pada pengujian kedua tidak berpengaruh terhadap kinerja jangka panjang saham pasca IPO. Optimisme investor mempunyai pengaruh tidak signifikan terhadap kinerja jangka panjang saham pasca IPO, hal ini disebabkan karena investor dalam melakukan pembelian saham IPO tidak hanya mengandalkan rasa optimisme saja tetapi juga masih menggunakan pertimbangan rasional. Pertimbangan rasional itu adalah melihat karakteristik perusahaan yaitu ukuran perusahaan. Dalam penelitian <xref id="x-a7708b24d50b" rid="R73401017422330" ref-type="bibr">Sholichah (2017)</xref>  , bahwa karakteristik perusahaan dalam hal ini <italic id="emphasis-76">initial return</italic> mempunyai pengaruh negatif signifikan dengan kinerja jangka panjang saham pasca IPO dengan pengukuran CAR36. Perbedaan ini disebabkan karena jangka waktu pengukuran yang berbeda dan data yang digunakan lebih panjang, sehingga karakteristik investor berubah. Ditengah periode penelitian mengalami kondisi <italic id="emphasis-77">bullish</italic> dan <italic id="emphasis-78">bearish,</italic> sehingga ada baiknya dilakukan analisis lanjutan dengan mengeluarkan data ekterm yaitu tahun 2008-2009.</p>
      <sec>
        <title id="t-1588598c72db">
          <bold id="strong-36">Optimisme Investor </bold>
          <bold id="strong-37">dengan <italic id="emphasis-79">Buy and Hold Abnormal Return</italic></bold>
        </title>
        <p id="paragraph-215">Pengujian terhadap hipotesis yang mengatakan variabel OPT dengan variabel kontrol UK, AGE, OFFSIZE, REP dan ROE berpengaruh terhadap kinerja jangka panjang saham pasca IPO dengan pengukuran BHAR12 dan BHAR24. Pada tabel 3 ditemukan OPT tidak berpengaruh signifikan diperiode 12 bulan dan 24 bulan. Pengujian OPT, UK, AGE, OFFSIZE, REP dan ROE pada pengujian ke dua ukuran perusahaan pada BHAR12 signifikan pada level 5% sedang pada BHAR24 ditemukan bahwa ukuran perusahaan, ukuran penawaran berpengaruh pada kinerja jangka panjang saham pasca IPO dengan level of signifikan 5%. </p>
        <table-wrap id="tw-c189937fe943" orientation="portrait">
          <label>Table 3</label>
          <caption id="c-dcac7179eb5a">
            <title id="t-67821bf496d8"><bold id="s-3c0933e0628f">Hasil Regresi dengan Variabel Dependen <italic id="emphasis-80">Buy and Hold Abnormal Return</italic></bold> </title>
          </caption>
          <table id="t-bc0fddf7c5d7" rules="rows">
            <colgroup/>
            <tbody id="ts-730458bd9ce3">
              <tr id="tr-4ecfacb677a4">
                <td id="tc-f22aade9849a" rowspan="2" align="left">Model</td>
                <td id="tc-7a09abe3a540" colspan="2" align="left">Koefisien Beta</td>
              </tr>
              <tr id="tr-d0912e2b71e3">
                <td id="tc-7762fd47e9ff" align="left">BHAR12</td>
                <td id="tc-59d371586d28" align="left">BHAR24</td>
              </tr>
              <tr id="tr-12a682bae77e">
                <td id="tc-4f97b1c7cc5f" align="left">ConstantOPT</td>
                <td id="tc-fd9333611d0b" align="left">-0,155-0,015</td>
                <td id="tc-3035751f494e" align="left">0,725-0,15</td>
              </tr>
              <tr id="tr-7d1f262389a7">
                <td id="tc-cb57215009e4" align="left">R2</td>
                <td id="tc-25dced7f3a6c" align="left">0,008</td>
                <td id="tc-7c3ee8c62ed6" align="left">0,008</td>
              </tr>
              <tr id="tr-1dfa1574d229">
                <td id="tc-aa62f086382e" align="left">Adj R2</td>
                <td id="tc-696795b5840e" align="left">0,002</td>
                <td id="tc-c89e9303ee59" align="left">0,003</td>
              </tr>
              <tr id="tr-1c151a857b72">
                <td id="tc-165ebf61ec9f" align="left">Constant OPTUKAGEOFFSIZEREPROE</td>
                <td id="tc-faa7b5c72eb5" align="left">-1,3800,0010,049**-0,005-1,0940,1260,002</td>
                <td id="tc-756f45bfc3f5" align="left">-2,2050,0020,081**-0,006-3,578**0,1720,005</td>
              </tr>
              <tr id="tr-574825a95068">
                <td id="tc-eebb2dafd42a" align="left">R2</td>
                <td id="tc-cbd75695d84a" align="left">0,047</td>
                <td id="tc-a2f322e39cf2" align="left">0,056</td>
              </tr>
              <tr id="tr-eee5bdf9a4df">
                <td id="tc-b737136390c5" align="left">Adj R2</td>
                <td id="tc-e8a70202236e" align="left">0,014</td>
                <td id="tc-c1bcb7eea75f" align="left">0,025</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="p-1f73e2867d5d"/>
        <p id="paragraph-260">a. Dependen Variable: BHAR12, BHAR24. </p>
        <p id="paragraph-261">b. Predictors: (Constant), OPT, UK, AGE, OFFSIZE, REP, ROE</p>
        <p id="paragraph-262">c. ** sign pada level 0,05, *sign pada level 0,10</p>
        <p id="paragraph-263">Hasil regresi tahap pertama dan tahap kedua dengan kinerja jangka panjang pasca IPO dengan pengukuran BHAR pada <xref id="x-10877e06a38c" rid="tw-c189937fe943" ref-type="table">Table 3</xref> optimisme investor disemua periode tidak ada yang berpengaruh. Investor saham IPO tidak hanya melihat murahnya harga saham IPO tetapi juga faktor irrasional yang lain. Faktor irrasional yang lain tersebut antara lain adalah divergensi opini investor pada minggu-minggu pertama di pasar sekunder, sebagaimana penelitian <xref id="x-f10221c546e4" rid="R73401017422342" ref-type="bibr">Sholichah and Minatus (2018)</xref> , faktor divergensi opini berpengaruh terhadap kinerja jangka panjang pasca IPO. Divergensi opini berpengaruh terhadap kinerja jangka panjang saham pasca IPO dengan pengukuran CAR 12bulan, CAR 36 bulan serta BHAR 12 bulan, BHAR 24 bulan. Faktor karakteristik perusahaan yang berpengaruh signifikan adalah <italic id="emphasis-82">initial return</italic> pada BHAR24, <italic id="emphasis-83">initial return</italic>, ukuran perusahaan pada BHAR36. Investor pada saat melakukan pembelian saham IPO hendaknya memperhatikan potensi terjadinya <italic id="emphasis-84">initial return</italic> dan ukuran perusahaan.</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec>
      <title id="t-80043e4582cb">
        <bold id="strong-45">Kesimpulan</bold>
      </title>
      <p id="paragraph-265">Berdasarkan analisis studi, pengujian hipotesis dan pembahasan maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Optimisme investor pada pengujian pertama dengan kinerja jangka panjang saham pasca IPO dengan pengukuran <italic id="emphasis-85">cumulatif abnormal return</italic> berpengaruh negatif tidak signifikan pada periode CAR12, CAR24.  engujian kedua optimisme investor dengan variabel kontrol ukuran perusahaan, umur perusahaan, ukuran penawaran, reputasi <italic id="emphasis-86">underwriter, return on equity </italic> untuk kedua periode tidak berpengaruh signifikan. Ukuran perusahaan berpengaruh terhadap kinerja jangka panjang saham pasca IPO tahun ke satu dan dua. Optimisme Investor pada pengujian pertama dan kedua dengan kinerja jangka panjang saham pasca IPO dengan pengukuran <italic id="emphasis-87">buy and hold abnormal return </italic> semua tidak berpengaruh signifikan. Ukuran perusahaan pada BHAR12, ukuran perusahaan dan ukuran penawaran berpengaruh pada BHAR24. </p>
    </sec>
    <sec>
      <title id="t-014587896525">
        <bold id="strong-46">Pendanaan </bold>
      </title>
      <p id="paragraph-268">Penelitian ini memperoleh pendanaan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Gresik tahun 2019. Terima kasih pendanaan yang telah diberikan semoga bisa memberikan manfaat bagi dunia pasar modal dan calon investor di pasar perdana atau di hari pertama di pasar sekunder. </p>
    </sec>
    <sec>
      <title id="t-f2111c74f6d5">Ucapan Terima Kasih</title>
      <p id="p-ab40e90e4325">Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung penelitian ini.</p>
    </sec>
  </body>
  <back>
    <ref-list>
      <title>References</title>
      <ref id="R73401017422362">
        <element-citation publication-type="book">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Seitibraimov</surname>
              <given-names/>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <person-group person-group-type="editor"/>
          <source>Underpricing and Long Term Performance of Initial Public Offerings From CIS, Thesis</source>
          <publisher-loc>Amet; Kyiv School Of Economics, Rusia</publisher-loc>
          <year>2012</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R73401017422354">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Gandolfi</surname>
              <given-names>G.</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Regalli</surname>
              <given-names>M.</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Soana</surname>
              <given-names>M. G.</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Arcuri</surname>
              <given-names>M. C.</given-names>
            </name>
            <collab/>
            <etal/>
          </person-group>
          <article-title>Underpricing And Long-Term Performance Of Ipos: Evidence From European Intermediary-Oriented Markets</article-title>
          <source>Journal Economics Management &amp; Financial Markets</source>
          <year>2018</year>
          <issue>3</issue>
          <fpage>13</fpage>
          <lpage>13</lpage>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R73401017422364">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Jog</surname>
              <given-names>Vijay</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Otchere</surname>
              <given-names>Isaac</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Sun</surname>
              <given-names>Chengye</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Does the two-stage IPO process reduce underpricing and long run underperformance? Evidence from Chinese firms listed in the U.S.</article-title>
          <source>Journal of International Financial Markets, Institutions and Money</source>
          <year>2019</year>
          <volume>59</volume>
          <fpage>90</fpage>
          <lpage>105</lpage>
          <issn>1042-4431</issn>
          <object-id pub-id-type="doi">10.1016/j.intfin.2018.11.007</object-id>
          <publisher-name>Elsevier BV</publisher-name>
          <uri>https://dx.doi.org/10.1016/j.intfin.2018.11.007</uri>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R73401017422337">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Darmetko</surname>
              <given-names>Teresa</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Long-run performance of Initial Public Offerings in the Polish capital market</article-title>
          <source>Aarhus School of Bussiness</source>
          <year>2009</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R73401017422353">
        <element-citation publication-type="misc">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Miller</surname>
              <given-names>Edward M</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <source>Long run underperformance of initial public offerings: an explanation, Working paper 16</source>
          <year>2000</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R73401017422341">
        <element-citation publication-type="misc">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname/>
              <given-names>S Suroso</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Utama</surname>
              <given-names/>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Hubungan Kinerja Jangka Panjang Saham Pasca IPO dengan Optimisme dan Divergensi Opini Investor serta Tindakan Oportunis Emiten</article-title>
          <source>Usahawan No.03 th</source>
          <year>2006</year>
          <volume>35</volume>
          <fpage>27</fpage>
          <lpage>39</lpage>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R73401017422345">
        <element-citation publication-type="misc">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Chahine</surname>
              <given-names>Salim</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Long Run Underperformance after IPOs and Optimistic Analysts, Forecasts,</article-title>
          <source> www.ssrn.com</source>
          <year>2002</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R73401017422361">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Sohail</surname>
              <given-names>M</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Bilal</surname>
              <given-names>H</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Rukh</surname>
              <given-names>L</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Fatima</surname>
              <given-names>S</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Determinants of Under Pricing of Initial Public Offerings and its Long Run Performance in Pakistan</article-title>
          <source>Pakistan Journal of Social Sciences</source>
          <year>2018</year>
          <issue>2</issue>
          <fpage>38</fpage>
          <lpage>38</lpage>
          <publisher-name>PJSS</publisher-name>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R73401017422348">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Baker</surname>
              <given-names>Malcolm</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Wurgler</surname>
              <given-names>Jeffrey</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Investor Sentiment and the Cross-Section of Stock Returns</article-title>
          <source>The Journal of Finance</source>
          <year>2006</year>
          <volume>61</volume>
          <issue>4</issue>
          <fpage>1645</fpage>
          <lpage>1680</lpage>
          <issn>0022-1082</issn>
          <object-id pub-id-type="doi">10.1111/j.1540-6261.2006.00885.x</object-id>
          <publisher-name>Wiley</publisher-name>
          <uri>https://dx.doi.org/10.1111/j.1540-6261.2006.00885.x</uri>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R73401017422339">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Ritter</surname>
              <given-names>Jay R.</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>The Long-Run Performance of initial Public Offerings</article-title>
          <source>The Journal of Finance</source>
          <year>1991</year>
          <volume>46</volume>
          <issue>1</issue>
          <fpage>3</fpage>
          <lpage>27</lpage>
          <issn>0022-1082</issn>
          <object-id pub-id-type="doi">10.1111/j.1540-6261.1991.tb03743.x</object-id>
          <publisher-name>Wiley</publisher-name>
          <uri>https://dx.doi.org/10.1111/j.1540-6261.1991.tb03743.x</uri>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R73401017422331">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>How</surname>
              <given-names>Janice C.Y.</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Initial and Long-Run Performance of Mining IPOs in Australia</article-title>
          <source>SSRN Electronic Journal</source>
          <year>2000</year>
          <volume>25</volume>
          <issue>1</issue>
          <fpage>95</fpage>
          <lpage>118</lpage>
          <issn>1556-5068</issn>
          <object-id pub-id-type="doi">10.2139/ssrn.224419</object-id>
          <publisher-name>Elsevier BV</publisher-name>
          <uri>https://dx.doi.org/10.2139/ssrn.224419</uri>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R73401017422358">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Loughran</surname>
              <given-names>Tim</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Ritter</surname>
              <given-names>Jay R.</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>The Operating Performance of Firms Conducting Seasoned Equity Offerings</article-title>
          <source>The Journal of Finance</source>
          <year>1997</year>
          <volume>52</volume>
          <issue>5</issue>
          <fpage>1823</fpage>
          <lpage>1850</lpage>
          <issn>0022-1082</issn>
          <object-id pub-id-type="doi">10.1111/j.1540-6261.1997.tb02743.x</object-id>
          <publisher-name>Wiley</publisher-name>
          <uri>https://dx.doi.org/10.1111/j.1540-6261.1997.tb02743.x</uri>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R73401017422330">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Sholichah</surname>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Divergensi of Opinion and Long Term Performance of Post Stocks Initial Public Offeringa at Indonesia Stock Exchange</article-title>
          <source>International Journal of Emerging Research in Management and Technology</source>
          <year>2017</year>
          <volume>6</volume>
          <issue>7</issue>
          <fpage>7</fpage>
          <lpage>19</lpage>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R73401017422342">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Sholichah</surname>
              <given-names>Mu ’</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Minatus</surname>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>The Company Charakteristics, Initial return and Long Term Performance Stock Initial Public Offering Listing in Indonesia Stock Exchange</article-title>
          <source>International Journal of Advance Research</source>
          <year>2018</year>
          <volume>6</volume>
          <issue>03</issue>
          <fpage>988</fpage>
          <lpage>997</lpage>
        </element-citation>
      </ref>
    </ref-list>
  </back>
</article>
