<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.1d1 20130915//EN" "JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <journal-meta id="journal-meta-1">
      <journal-id journal-id-type="nlm-ta">Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</journal-id>
      <journal-id journal-id-type="publisher-id">Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</journal-id>
      <journal-id journal-id-type="journal_submission_guidelines">http://ojs.umsida.ac.id/index.php/rechtsidee/about/submissions#authorGuidelines</journal-id>
      <journal-title-group>
        <journal-title>UMSIDA Article Template 2 (Indonesian)</journal-title>
      </journal-title-group>
      <issn publication-format="print"/>
    </journal-meta>
    <article-meta id="article-meta-1">
      <article-id pub-id-type="publisher-id">1</article-id>
      <article-id pub-id-type="doi">10.21070/jas.v4i1.412</article-id>
      <article-categories>
        <subj-group>
          <subject>Research Article</subject>
        </subj-group>
      </article-categories>
      <title-group>
        <article-title id="at-9b9b78541464">
          <bold id="strong-1">Determinasi Profitabilitas Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Barang Konsumsi </bold>
        </article-title>
        <trans-title-group>
          <trans-title> Determination of Profitability in the Consumer Goods Manufacturing Company</trans-title>
        </trans-title-group>
        <alt-title alt-title-type="right-running-head">Determinasi Profitabilitas Pada </alt-title>
      </title-group>
      <contrib-group>
        <contrib contrib-type="author" corresp="yes">
          <name id="n-1acb540ab8b5">
            <given-names>Evi Husnah</given-names>
          </name>
          <xref id="x-638ef589e9cf" rid="a-1d93c0a9a6b4" ref-type="aff">1</xref>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="author">
          <name id="n-9db8586ac24a">
            <given-names>Iwan Setiadi</given-names>
          </name>
          <xref id="x-9bfb5a7457da" rid="a-1d93c0a9a6b4" ref-type="aff">1</xref>
        </contrib>
        <aff id="a-1d93c0a9a6b4">
          <institution>Institut Teknologi Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta</institution>
          <country country="ID">Indonesia</country>
        </aff>
      </contrib-group>
      <volume>4</volume>
      <fpage>81</fpage>
      <permissions>
        <copyright-year>2020</copyright-year>
      </permissions>
      <abstract id="abstract-d9aac354250f">
        <title id="abstract-title-b9266768307d">Abstract</title>
        <p id="paragraph-8df9ce2e051a"> <italic id="e-86e44455615d">The purpose of this study is to analyze the effect of Current Ratio, Total Asset Turnover, Debt to Equity and Company Size on Profitability either partially or simultaneously. The design in this study is causal associative. The sample in this study included all Manufacturing Companies of the Consumer Goods Industry Sector Listed on the Indonesia Stock Exchange during 2011-2017. Sample selection techniques using purposive sampling method obtained as many as 20 companies that will be used as research objects. The test method is carried out by Descriptive Statistical Analysis, Classic assumption test consisting of normality test, auto correlation test, heteroscedasticity test and multicollinearity test, Multiple Linear Regression Test and Feasibility Test Model consisting of Determination Coefficient Test, T Test and F Test Results Partial shows that the Current Ratio has no effect on Return on Assets. Total Asset Turnover and company size have a positive and significant effect on Return on Assets, and Debt to Equity Ratio has a negative and significant effect on Return on Assets. But Simultaneously it is known that CR, TATO, DER and Size have significant effect on ROA. Adjust R Square value of 0.268, this means that Return on Assets is influenced by Current Ratio, Total Asset Turnover, Debt to Equity and Company Size of 26.8 % while the remaining 73.2% is influenced by other factors not examined in this study.</italic><italic id="e-b07adf57315b"> </italic></p>
        <p id="paragraph-2">
          <italic id="e-0d58967b0419"> </italic>
        </p>
      </abstract>
      <abstract xml:lang="id-Latn" id="abstract-97e6a1a4c90c">
        <title id="abstract-title-c54ce1b802c2">Abstrak</title>
        <p id="paragraph-e82591e8765a" xml:lang="id-Latn"> Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh <italic id="emphasis-1">Current Ratio </italic> (CR)<italic id="emphasis-2">, Total Asset Turnover </italic> (TATO<italic id="emphasis-3">), Debt to Equity</italic> (DER) dan Ukuran Perusahaan (<italic id="emphasis-4">Size</italic>) terhadap Profitabilitas baik secara parsial maupun simultan. Desain dalam penelitian ini adalah asosiatif kausal. Sampel dalam penelitian ini meliputi seluruh Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2011-2017. Teknik pemilihan sampel menggunakan metode <italic id="emphasis-5">purposive sampling </italic> diperoleh sebanyak 20 perusahaan yang dijadikan sebagai objek penelitian. Metode pengujian dilakukan dengan Analisis Statistik Deskriftif, Uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji autokorelasi, uji heteroskedastisitas dan uji multikolonieritas, Uji Regresi Linier Berganda dan Uji Kelayakan Model yang terdiri dari Uji Koefisien Determinasi, Uji t dan Uji F. Hasil Penelitian secara parsial menunjukan bahwa <italic id="emphasis-6">Current Ratio</italic> tidak berpengaruh terhadap <italic id="emphasis-7">Return on Asset. Total Asset Turnover </italic> dan ukuran perusahaan<italic id="emphasis-8"> </italic> berpengaruh positif dan signifikan terhadap <italic id="emphasis-9">Return on Asset, </italic> dan<italic id="emphasis-10"> Debt to Equity Ratio </italic> berpengaruh negatif dan signifikan terhadap <italic id="emphasis-11">Return on Asset</italic>. Namun secara Simultan diketahui bahwa CR, TATO, DER dan Size berpengaruh signifikan terhadap ROA. Nilai <italic id="emphasis-12">Adjust</italic> R <italic id="emphasis-13">Square</italic> sebesar 0,268, hal ini berarti bahwa <italic id="emphasis-14">Return on Asset</italic> dipengaruhi oleh <italic id="emphasis-15">Current Ratio, Total Asset Turnover,</italic> <italic id="emphasis-16">Debt to Equity</italic> dan Ukuran Perusahaan sebesar 26,8% sedangkan sisanya 73,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.</p>
        <p id="p-32de617264cd" xml:lang="id-Latn"/>
        <p id="p-fb523a826f73" xml:lang="id-Latn"/>
      </abstract>
      <kwd-group id="kwd-group-1" xml:lang="id-Latn">
        <title>Keywords</title>
        <kwd>Return on asset</kwd>
        <kwd>Current Ratio</kwd>
        <kwd>Total Asset Turnover</kwd>
        <kwd>Debt to Equity Ratio</kwd>
        <kwd>Ukuran Perusahaan.</kwd>
      </kwd-group>
      <kwd-group id="kg-0fac5a1a89a1">
        <title>Keywords</title>
        <kwd>Return on assets</kwd>
        <kwd>Current Ratio</kwd>
        <kwd>Total Asset Turnover</kwd>
        <kwd>Debt to Equity Ratio</kwd>
        <kwd>Company Size.</kwd>
      </kwd-group>
    </article-meta>
  </front>
  <body>
    <sec>
      <title id="t-f4c073b579b2">Pendahuluan</title>
      <p id="p-f6e46bfd2320"> Pertumbuhan industri sektor barang konsumsi dapat menggambarkan persaingan bisnis yang kompetitif menuntut pelaku bisnis untuk mengelola perusahaan secara efektif dan efisien. Salah satu tujuan perusahaan yaitu mencapai keuntungan maksimal atau laba yang sebesar-besarnya. Salah satu upaya untuk mencapai tujuannya, perusahaan harus selalu berusaha memaksimalkan labanya sehingga dapat mencapai hasil dan tingkat laba yang optimal. Keberlangsungan hidup perusahaan dipengaruhi oleh banyak hal diantaranya yaitu profitabilitas perusahaan itu sendiri. </p>
      <p id="p-27c01f79b6fc"> </p>
      <fig id="f-2581cc7fdb3e" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
        <label>Figure 1 </label>
        <caption id="c-ec50d25ef5c0">
          <title id="t-9c28f632fbd4">Pertumbuhan Laba</title>
        </caption>
        <graphic id="g-2a3466121de7" xlink:href="https://typeset-prod-media-server.s3.amazonaws.com/article_uploads/8ac4a87f-46a3-4857-b4ea-c219791cbb6b/image/303d92e6-ed03-4001-97bf-b08908b8fd49-uimage.png"/>
      </fig>
      <p id="paragraph-3">Sumber : www.Idnfinancials.com (data sekunder diolah 2019) </p>
      <p id="paragraph-4">Berdasarkan <xref id="x-9c6a3a95cf4a" rid="f-2581cc7fdb3e" ref-type="fig">Figure 1</xref>   adapun fenomena yang terjadi pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di BEI yaitu 2 perusahaan dengan pertumbuhan laba bersih yang mengalami penurunan selama 3 tahun dan mengalami fluktuasi diantara 20 perusahaan lainnya yaitu PT Wismilak Inti Makmur Tbk dan PT Akasha Wira International Tbk.</p>
      <p id="paragraph-5">PT Wismilak Inti Makmur Tbk membukukan pertumbuhan laba bersih Rp 129,5 Milyar pada tahun 2011. Perusahaan berkode saham WIIM tersebut berhasil mengalami fluktuasi laba bersih dari Rp 77,3 Milyar pada tahun 2012 naik menjadi Rp 131 Milyar pada tahun 2015. Dan mengalami penurunan laba bersih Rp 106,3 Milyar pada tahun 2016 dan Rp 40,6 Milyar pada tahun 2017.<bold id="s-276c2ee7bf83"/></p>
      <p id="paragraph-6">Posisi kedua PT Akasha Wira International Tbk. Perusahaan berkode saham ADES telah mencetak pertumbuhan laba bersih Rp 25,7 Milyar ditahun 2011 dan terjadi Peningkatan laba ditahun 2012 menjadi Rp 83,4 Milyar. Dan mengalami fluktuasi laba bersih Rp 55,7 Milyar ditahun 2013, 31 Milyar ditahun 2014 dan 32,8 Milyar ditahun 2015. Mengalami kenaikan laba bersih Rp 55,9 ditahun 2016 dan mengalami penurunan kembali Rp 38,2 ditahun 2017.</p>
      <p id="paragraph-7">Profitabilitas perusahaan sangatlah penting karena untuk dapat melangsungkan kegiatan operasionalnya, suatu perusahaan harus selalu berada dalam keadaan menguntungkan agar dapat menarik modal dari luar. Jika perusahaan ingin tetap bertahan, maka perusahaan tentunya harus menghasilkan laba guna membiayai kegiatan operasionalnya karena pada umumnya perusahaan tidak akan dapat bertahan tanpa adanya kemampuan dalam menghasilkan laba. Dalam penelitian ini rasio profitabilitas yang digunakan adalah ROA. ( Wiratna, 2017)</p>
      <p id="paragraph-8">Faktor pertama yang mempengaruhi profitabilitas adalah<italic id="e-c02bcc01bcaa"> Current </italic><italic id="e-5f58f995ad74">Ratio</italic>. <italic id="e-6d831c0cdd22"> </italic> (<xref id="x-c0f5e0f16ec7" rid="R73695317523436" ref-type="bibr">Agha (2014)</xref>  menyatakan <italic id="e-83f12a588abc">current ratio</italic> yang terlampau tinggi menandakan besarnya dana menganggur yang tidak digunakan secara optimal bagi kepentingan bisnis sehingga dapat menurunkan profitabilitas. Sedangkan menurut   Faturohman (2015) <italic id="e-f9335f368899">Current ratio </italic> yang tinggi akan berpengaruh negatif terhadap kemampuan memperoleh laba (profitabilitas), karena sebagai modal kerja tidak berputar atau mengalami pengganguran. </p>
      <p id="paragraph-9">Faktor kedua yang mempengaruhi profitabilitas yaitu <italic id="e-b4e13c2128b6">Total asset turnover ratio</italic> Menurut <xref id="x-176ad515188a" rid="R73695317523434" ref-type="bibr">Brigham and Houston (2013)</xref>  menyatakan bahwa jika <italic id="e-aff2cbae1f2c">rasio total asset turnover</italic> yang rendah menunjukan perusahaan tersebut tidak menghasilkan cukup penjualan jika dibandingkan dengan asetnya. <italic id="e-3ba0149c114a">Total asset turnover</italic> menunjukan efektivitas penggunaan seluruh harta perusahaan dalam rangka menghasilkan penjualan. Jika perputarannya lambat, menunjukan bahwa aktiva yang dimiliki terlalu besar dibandingkan dengan kemampuan untuk menjual. Semakin cepat tingkat perputaran asetnya, maka laba bersih yang dihasilkan akan semakin meningkat karena perusahaan sudah memanfaatkan aset tersebut untuk meningkatkan penjualan yang berpengaruh terhadap pendapatan. (<xref id="x-dfa23d570466" rid="R73695317523439" ref-type="bibr">Barus (2013)</xref> </p>
      <p id="paragraph-10">Faktor ketiga yang mempengaruhi profitabilitas yaitu <italic id="e-724b80809b22">Debt Equity Ratio</italic>. <italic id="e-e52adba57783">Debt to Equity ratio </italic> sering digunakan para analisis dan investor untuk melihat seberapa besar hutang perusahaan jika dibandingkan ekuitas yang dimiliki oleh perushaan atau para pemegang saham. Semakin tinggi angka <italic id="e-cdf7f5950c4b">debt to equity ratio </italic> maka diasumsikan perusahaan memiliki resiko yang semakin tinggi terhadap likuiditas perusahaannya. Semakin tinggi <italic id="e-d8e3a19406e7">debt to equty ratio</italic> maka banyak dana masuk dari pihak kreditor sehingga dana tersebut dapat digunakan untuk menghasilkan laba. (<xref id="x-b2239574cb01" rid="R73695317523435" ref-type="bibr">Sujarweni (2017)</xref> </p>
      <p id="paragraph-11">Selain itu, ukuran perusahaan mempengaruhi profitabilitas perusahaan. <xref id="x-2008ddea2103" rid="R73695317523433" ref-type="bibr">Amijaya and Mawardi (2016)</xref>  menyatakan bahwa semakin besar aset suatu perusahaan maka laba yang akan didapat akan besar pula karena aset yang dimiliki digunakan oleh perusahaan untuk aktivitas operasional dengan tujuan memperoleh laba.</p>
      <p id="paragraph-12">Beberapa penelitian mengenai faktor yang mempengaruhi profitabilitas pada perusahaan manufaktur menunjukan hasil yang berbeda - beda. Penelitian yang dilakukan oleh <xref id="x-82d9534887b9" rid="R73695317523951" ref-type="bibr">Putri (2018)</xref>  menunjukan bahwa <italic id="e-99d8257fac92">Current ratio </italic> berpengaruh secara signifikan terhadap Return on Asset. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh  Setiawan (2015) menunjukan bahwa <italic id="e-ceec34814f67">current ratio</italic> berpengaruh secara signifikan terhadap profitabilitas. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh <xref id="x-ba5a0939ce3a" rid="R73695317523949" ref-type="bibr">Asiah (2010)</xref> menunjukan bahwa variabel <italic id="e-dda3e2ea9903">current ratio </italic> tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap profitabilitas. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh<xref id="x-444d2e74cf8a" rid="R73695317523439" ref-type="bibr">Barus (2013)</xref>   yang menunjukan bahwa <italic id="e-fedcb9c6ea6d">current ratio</italic> tidak berpengaruh secara signifikan terhadap profitabilitas.</p>
      <p id="paragraph-13">Penelitian yang dilakukan oleh <xref id="x-e60d63eaf635" rid="R73695317523951" ref-type="bibr">Putri (2018)</xref>  menunjukan bahwa <italic id="emphasis-17">Total sset turnover</italic> berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Penelitian yang dilakukan <xref id="x-1f3619e39c50" rid="R73695317523949" ref-type="bibr">Asiah (2010)</xref>  menunjukan bahwa <italic id="emphasis-18">Total asset turnover</italic> berpengaruh positif terhadap profitabilitas. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh <xref id="x-230e583b9e79" rid="R73695317524080" ref-type="bibr">Sari (2014)</xref>  menunjukan bahwa variabel <italic id="emphasis-19">Total asset turnover</italic> tidak berpengaruh pada profitabilitas.</p>
      <p id="paragraph-14">Penelitian yang dilakukan oleh <xref id="x-c59db11b4ae6" rid="R73695317524082" ref-type="bibr">Wijayanto (2018)</xref>  menunjukan bahwa variable <italic id="emphasis-20">Debt to equity ratio</italic> berpengaruh signifikan terhadap <italic id="emphasis-21">return on asset</italic>. Sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh <xref id="x-26932fd97423" rid="R73695317524166" ref-type="bibr">Raharjo (2016)</xref> menunjukan bahwa <italic id="emphasis-22">Debt to equity ratio</italic> berpengaruh secara signifikan terhadap <italic id="emphasis-23">return on asset.</italic> Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh <xref id="x-e3ad65a082bc" rid="R73695317523949" ref-type="bibr">Asiah (2010)</xref>    sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh <xref id="x-d0a9b91628ff" rid="R73695317523439" ref-type="bibr">Barus (2013)</xref>    menunjukan bahwa <italic id="emphasis-24">Debt to equity ratio</italic> tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas. </p>
      <p id="paragraph-15">Penelitian yang dilakukan <xref id="x-e1cb71cb1f03" rid="R73695317523439" ref-type="bibr">Barus (2013)</xref> menunjukan bahwa Ukuran perusahaan berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap profitabilitas. Sejalan dengan hasil penelitian penelitian yang dilakukan oleh <xref id="x-67071746c71c" rid="R73695317528315" ref-type="bibr">Yuniarta (2015)</xref>   menunjukan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh <xref id="x-758997e3ee94" rid="R73695317524080" ref-type="bibr">Sari (2014)</xref>  menunjukan bahwa Ukuran perusahaan tidak berpengaruh pada profitabilitas. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh <xref id="x-56b12280bd39" rid="R73695317524166" ref-type="bibr">Raharjo (2016)</xref>  menunjukan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas.</p>
      <p id="paragraph-16">Perbedaan penelitian ini dengan penelitian-penelitian sebelumnya adalah variabel dan sektor perusahaan atau objek penelitian yang diteliti. Peneliti menggunakan variabel <italic id="emphasis-25">Current ratio, Total asset turnover, Debt to equity ratio</italic> dan Ukuran perusahaan sebagai variabel independent dan variabel <italic id="emphasis-26">Return on asset</italic> sebagai variabel dependent. Sedangkan untuk objek penelitian, peneliti mengambil perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi periode tahun 2011-2017.</p>
      <p id="paragraph-17">Kontribusi dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan ilmu pengetahuan dan referensi bagi peneliti selanjutnya sekaligus dapat menjadi informasi bagi investor dan dalam mempertimbangkan keputusan investasinya dengan memperhatikan profitabilitas perusahaan.</p>
      <sec>
        <title id="t-41c164e104c9">
          <bold id="s-91fcb85ca499">Kerangka Pemikiran dan Hipotesis</bold>
        </title>
        <p id="p-17ba45eeda68">
          <bold id="strong-2">Teori Sinyal (<italic id="e-443f50f5c8ff">Signalling Theory</italic>)</bold>
        </p>
        <p id="p-153a0cbfb633"><xref id="x-e267a287e949" rid="R73695317523434" ref-type="bibr">Brigham et al. (2013)</xref>  mengatakan bahwa <italic id="e-037202696c7d">signalling theory </italic> merupakan suatu perilaku manajemen perusahaan dalam memberi petunjuk untuk investor terkait pandangan manajemen pada prospek perusahaan untuk masa mendatang. Isyarat atau signal adalah tindakan yang diambil oleh manajemen perusahaan dimana manajemen mengetahui informasi yang lebih lengkap dan akurat mengenai internal perusahaan dan prospek perusahaan di masa depan dari pada pihak investor.<bold id="s-de4b1d763c36"/></p>
        <p id="p-6bf508677357">Rasio Lancar <italic id="e-d434f229d65e">(Current Ratio</italic>) menurut<xref id="x-6030579a73ad" rid="R73695317523442" ref-type="bibr">Kasmir (2016)</xref>  merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan. Semakin rendahnya nilai <italic id="e-21db2414c3b4">current ratio</italic>, maka akan mengindikasi ketidakmampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya, sehingga hal ini dapat mempengaruhi tingkat profitabilitas perusahaan, dimana perusahaan yang tidak mampu memenuhi kewajiban akan dikenai beban tambahan atas kewajiban (<xref id="x-c23b7186f8a5" rid="R73695317523439" ref-type="bibr">Barus (2013)</xref> </p>
        <p id="p-e4f52973b2fc"><italic id="e-0183fa6a6016">Total asset turnover</italic> merupakan rasio yang menunjukan tingkat efisiensi penggunaan keseluruhan aktiva perusahaan dalam menghasilkan volume penjualan tertentu, rasio yang menggambarkan perputaran aktiva diukur dari volume penjualan. Jadi, semakin besar rasio ini, semakin baik yang berarti aktiva dapat lebih cepat berputar dan meraih laba yang menunjukan semakin efisiensi penggunaan keseluruhan aktiva dalam menghasilkan penjualan (<xref id="x-986283b5aa1f" rid="R73695317523445" ref-type="bibr">Wardiyah (2017)</xref> </p>
        <p id="p-dfc7a7182a57"><xref id="x-17c5f62d5299" rid="R73695317523442" ref-type="bibr">Kasmir (2016)</xref> , menyatakan bahwa <italic id="e-2036b8333e8c">debt to equity ratio </italic> merupakan rasio yang digunakan untuk menilai utang dengan ekuitas. Semakin tinggi angka <italic id="e-b7453bf27160">debt to equity ratio </italic> maka diasumsikan perusahaan memiliki resiko yang semakin tinggi terhadap likuiditas perusahaannya. Semakin tinggi <italic id="e-81635b980d60">debt to equty ratio</italic> maka banyak dana masuk dari pihak kreditor sehingga dana tersebut dapat digunakan untuk menghasilkan laba. (<xref id="x-8aa26fe762d3" rid="R73695317523435" ref-type="bibr">Sujarweni (2017)</xref> </p>
        <p id="p-6f5ef18999e4">Ukuran perusahaan menurut <xref id="x-0855af798c71" rid="R73695317523441" ref-type="bibr">Hartono (2010)</xref>  adalah ukuran aktiva digunakan untuk mengukur besarnya perusahaan, banyaknya tenaga kerja dan lain sebagainya. Ukuran perusahaan dapat dilihat dari total nilai aset, berapa total nilai penjualan, nilai kapitalisasi pasar, banyaknya tenaga kerja dan lain sebagainya. <xref id="x-fd93040758b6" rid="R73695317523433" ref-type="bibr">Amijaya et al. (2016)</xref> menyatakan bahwa semakin besar aset suatu perusahaan maka laba yang akan didapat akan besar pula karena aset yang dimiliki digunakan oleh perusahaan untuk aktivitas operasional dengan tujuan memperoleh laba. </p>
        <p id="p-6c15a200b357">Penelitian yang dilakukan oleh <xref id="x-250503dd1cea" rid="R73695317523439" ref-type="bibr">Barus (2013)</xref>    dengan hasil pengujian secara simultan menunjukan bahwa CR, TATO, DER, DR, Pertumbuhan Penjualan dan Ukuran Perusahaan berpengaruh signifikan terhadap ROA. Secara parsial hanya TATO, DER dan Ukuran Perusahaan yang berpengaruh signifikan terhadap ROA.</p>
        <p id="p-3a9159711399">
          <bold id="s-faf7338408df"> </bold>
        </p>
        <p id="p-8c4c4978b661">
          <bold id="strong-3"> </bold>
          <bold id="strong-5">Pengaruh <italic id="e-1aabee54d8a8">Current ratio</italic> (CR) terhadap <italic id="e-0899bb333824">Return on Asset</italic> </bold>
        </p>
        <p id="p-a8d7629e27d5">semakin tinggi tingkat <italic id="e-dd1ee4c07410">current ratio</italic>, maka semakin baik pula posisi perusahaan dimata kreditur, oleh karena terdapat kemungkinan besar perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dalam waktu yang telah ditentukan. </p>
        <p id="p-d0c0b92f97f9">Semakin rendahnya nilai <italic id="e-c058c94ab5aa">current ratio</italic>, maka akan mengindikasi ketidakmampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya, sehingga hal ini dapat mempengaruhi tingkat profitabilitas perusahaan, dimana perusahaan yang tidak mampu memenuhi kewajiban akan dikenai beban tambahan atas kewajiban (<xref id="x-b761c37d3072" rid="R73695317523439" ref-type="bibr">Barus (2013)</xref> </p>
        <p id="p-d9bcfba402db">
          <bold id="strong-6"> </bold>
        </p>
        <p id="p-918af49050ab">
          <bold id="strong-7">Pengaruh <italic id="e-06af0f6c191e">Total asset turnover</italic> (TATO ) terhadap <italic id="e-0d744ea1e8f9">Return on Asset</italic></bold>
        </p>
        <p id="p-09bdd8251876">semakin tinggi <italic id="e-cc0d50bd6194">total asset turnover</italic> berarti semakin efisien penggunaan keseluruhan aset dalam menghasilkan penjualan. Jumlah aset yang sama dapat memperbesar volume penjualan apabila <italic id="e-7c8cc4118e6e">total asset tiurnover</italic> ditingkatkan atau diperbesar, sehingga apabila volume penjualan besar dan laba yang diperoleh semakin tinggi. <italic id="e-685999133da9">total aset turnover</italic> yang rendah mencerminkan bahwa terdapat beberapa aset yang kurang produktif. Hal ini akan menghambat penjualan. Meningkatkan rasio ini dapat dilakukan dengan meningkatkan penjualan dan menghentika aset yang kurang produktif. </p>
        <p id="p-e28b34c019e4">
          <bold id="strong-8">Pengaruh <italic id="e-ee49e4cecd59">Debt to equity ratio</italic> terhadap <italic id="e-ac388790d26f">Return on Asset</italic></bold>
        </p>
        <p id="p-a4b72efd73ed">Menurut  <xref id="x-0f5e2a20758a" rid="R73695317535015" ref-type="bibr">Azhari (2016)</xref>  semakin tinggi<italic id="e-8a53044db372"> debt to equity</italic> <italic id="e-56af518c4a6b">ratio</italic> menunjukan semakin tinggi penggunaan hutang sebagai sumber pendanaan perusahaan. Hal ini dapat menimbulkan beban bunga yang juga menjadi cukup besar bagi perusahaan, hal ini menimbulkan laba perusahaan berkurang dan tentu saja hal ini membuat semakin kecil <italic id="e-6fc87a6fb076">return on asset</italic> dalam perusahaan.</p>
        <p id="paragraph-18">Menurut<xref id="x-e3b6650e278f" rid="R73695317534543" ref-type="bibr">Meithasari (2017)</xref>   rasio hutang yang tinggi akan meningkatkan ancaman kebangkrutan untuk sebuah perusahaan, sehingga hal ini menekankan perusahaan untuk menjadi lebih berhati-hati dan tidak menghambur-hamburkan uang para pemegang saham. Semakin tingginya <italic id="e-caf3dd9f109a">Debt to Equity Ratio </italic> (DER), semakin besar risiko keuangan. Risiko keuangan ini dapat menunjukkan bahwa semakin besar biaya yang harus ditanggung perusahaan untuk memenuhi kewajiban yang dimilikinya. </p>
        <p id="paragraph-19">
          <bold id="strong-9"> </bold>
        </p>
        <p id="paragraph-20">
          <bold id="strong-10">Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap <italic id="e-5930ba461206">Return on Asset</italic></bold>
          <bold id="strong-11"> </bold>
        </p>
        <p id="paragraph-21">Menurut <xref id="x-987f2a736820" rid="R73695317535015" ref-type="bibr">Azhari (2016)</xref>   semakin besar perusahaan maka akan semakin besar pula aset yang dimiliki, jika aset semakin besar maka dana yang digunakan juga semakin besar untuk operasional, dengan semakin besar operasional maka cenderung berdampak pada pendapatan juga akan semakin besar yang tentu di ikuti oleh pergerakan dari laba perusahaan. Pergerakan laba inilah yang pasti akan menggerakan <italic id="e-3436f9515bb0">return on asset</italic> perusahaan, oleh karena itu ukuran perusahaan berpengaruh terhadap <italic id="e-e95cc2a4c986">return on asset</italic>.<bold id="strong-12"> </bold></p>
      </sec>
      <sec>
        <title id="t-1acc4d0d7d00">
          <bold id="strong-13"> <bold id="s-04155f015a3e">Kerangka Pemikiran</bold></bold>
        </title>
        <p id="p-0d02892e7a43">Kerangka pemikiran dalam penelitian ini pada  adalah:<xref id="x-128ec7908a95" rid="f-9a7792202da8" ref-type="fig">Figure 2</xref> </p>
        <p id="p-95d0e665f09d">                                                                        </p>
        <p id="p-d5c8204b1d4b">      </p>
        <fig id="f-9a7792202da8" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
          <label>Figure 2 </label>
          <caption id="c-b6c152c9bead">
            <title id="t-4666b6d6d13f">Kerangka Pemikiran</title>
          </caption>
          <graphic id="g-b51eb7043e1d" xlink:href="https://typeset-prod-media-server.s3.amazonaws.com/article_uploads/8ac4a87f-46a3-4857-b4ea-c219791cbb6b/image/ac944e21-efd0-4ced-ab20-7cd9e4f2f75f-uimage.png"/>
        </fig>
      </sec>
    </sec>
    <sec>
      <title id="t-b4c2cadd699a">Metode</title>
      <p id="t-2276b33b22ce">
        <bold id="s-b6fa768b0319">Jenis Penelitian dan Sumber Data</bold>
      </p>
      <p id="p-44633a4caf6c"><xref id="x-c48d8ac26fd5" rid="R73695317534554" ref-type="bibr">Sugiyono (2016)</xref>  Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif, yaitu pendekatan yang menggunakan data yang berbentuk angka pada analisis statistik berupa data laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini juga bersifat asosiatif kausal yaitu hubungan antara dua variabel atau lebih yang dapat menjelaskan gejala. (www.idx.co.id dan www.idnfinancials.com).</p>
      <sec>
        <title id="t-a944e1ce9c24">
          <bold id="s-0a0026f3e893">Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel</bold>
        </title>
        <p id="p-28ba8998ae8e">Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2017. Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode <italic id="e-16d11ea46de0">purpossive sampling</italic>, </p>
        <p id="p-f7580442507a">yang merupakan metode pemilihan sampel yang didasarkan pada beberapa kriteria-kriteria tertentu. Adapun kriteria-kriteria tersebut adalah:</p>
        <list list-type="order">
          <list-item id="li-a69fe9d86971">
            <p>Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi yang terdaftar dan di BEI pada tahun 2011- 2017, </p>
          </list-item>
          <list-item id="li-21d0092c096f">
            <p>Perusahaan manufaktur yang menerbitkan laporan keuangan secara lengkap selama periode penelitian tahun 2011-2017.</p>
          </list-item>
          <list-item id="li-8b7345d123a3">
            <p>Perusahaan yang tidak mengalami kerugian selama periode penelitian tahun 2011 - 2017.</p>
          </list-item>
        </list>
        <p id="p-48087b9e320e"> Jumlah sampel yang digunakan adalah 20 perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi dengan periode pengamatan 7 tahun sehingga jumlah pengamatan penelitian ini adalah sebanyak 140.</p>
      </sec>
      <sec>
        <title id="t-6710c70deadd">
          <bold id="s-e81156dab2c9"> </bold>
          <bold id="s-722ff95085d8">Pengukuran Variabel</bold>
        </title>
        <sec>
          <title id="t-3b7d2d7cc5f8"><italic id="e-90d1d8fcf545"><bold id="s-9bef30754930">Return on Asset</bold></italic> </title>
          <p id="p-e97302343794">Menurut<xref id="x-0d079fab3c5a" rid="R73695317523442" ref-type="bibr">Kasmir (2016)</xref>   ROA digunakan untuk menunjukan kemampuan perusahaan menghasilkan laba dengan menggunakan total aset yang dimiliki. Menurut <xref id="x-68a7d0aac0a3" rid="R73695317523440" ref-type="bibr">Sudana (2011)</xref>  menyatakan bahwa <italic id="e-b30b59171af1">return on assets</italic> menunjukan kemampuan dengan menggunakan seluruh aktiva yang dimiliki untuk menghasilkan laba setelah pajak. Penghitungan ROA dengan menggunakan rumus sebagai berikut:</p>
          <p id="p-fb4fd987f757">
            <inline-formula id="if-73c71298f31b"> <mml:math xmlns:mml="http://www.w3.org/1998/Math/MathML"><mml:mi>R</mml:mi><mml:mi>O</mml:mi><mml:mi>A</mml:mi><mml:mo>=</mml:mo><mml:mo>(</mml:mo><mml:mi>L</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mi>b</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>B</mml:mi><mml:mi>e</mml:mi><mml:mi>r</mml:mi><mml:mi>s</mml:mi><mml:mi>i</mml:mi><mml:mi>h</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>S</mml:mi><mml:mi>e</mml:mi><mml:mi>t</mml:mi><mml:mi>e</mml:mi><mml:mi>l</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mi>h</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>P</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mi>j</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mi>k</mml:mi><mml:mo>)</mml:mo><mml:mo>/</mml:mo><mml:mo>(</mml:mo><mml:mi>T</mml:mi><mml:mi>o</mml:mi><mml:mi>t</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mi>l</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>A</mml:mi><mml:mi>s</mml:mi><mml:mi>s</mml:mi><mml:mi>e</mml:mi><mml:mi>t</mml:mi><mml:mo>)</mml:mo></mml:math></inline-formula>
          </p>
        </sec>
        <sec>
          <title id="t-adab6de1de45">
            <italic id="e-ab87894a85d7">
              <bold id="s-1160a9551641">Current Ratio</bold>
            </italic>
            <bold id="s-6e205779e001"> </bold>
          </title>
          <p id="p-1ad65ea1748b"><xref id="x-a864fbbd364b" rid="R73695317523438" ref-type="bibr">Subramanyam and Wild (2013)</xref>  menyatakan bahwa <italic id="e-89af275ffa25">current rasio</italic> menggambarkan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya (hutang dan pinjaman) dengan menggunkan asset lancar (kas, piutang dan persediaan) yang dimilikinya. Penghitungan CR dengan menggunakan rumus sebagai berikut:</p>
          <p id="p-d94d66d83c04"> <inline-formula id="if-9dd59872e5bf"> <mml:math xmlns:mml="http://www.w3.org/1998/Math/MathML"><mml:mi>C</mml:mi><mml:mi>R</mml:mi><mml:mo>=</mml:mo><mml:mo>(</mml:mo><mml:mi>A</mml:mi><mml:mi>s</mml:mi><mml:mi>s</mml:mi><mml:mi>e</mml:mi><mml:mi>t</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>L</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mi>n</mml:mi><mml:mi>c</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mi>r</mml:mi><mml:mo>)</mml:mo><mml:mo>/</mml:mo><mml:mo>(</mml:mo><mml:mi>H</mml:mi><mml:mi>u</mml:mi><mml:mi>tan</mml:mi><mml:mi>g</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>L</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mi>n</mml:mi><mml:mi>c</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mi>r</mml:mi><mml:mo>)</mml:mo></mml:math></inline-formula></p>
        </sec>
        <sec>
          <title id="t-64a804f98c0a"><italic id="e-aebb01c0735c"><bold id="s-396c5a3bf7b0">Total assets turnover</bold></italic> </title>
          <p id="p-54cade44ad15"><xref id="x-f9387cfd2e5e" rid="R73695317523442" ref-type="bibr">Kasmir (2016)</xref>  mengatakan bahwa <italic id="e-c64e11f3e193">total asset turnover</italic> merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur perputaran semua aktiva yang dimiliki perusahaan dan mengukur berapa jumlah penjualan yang diperoleh dari tiap rupiah aktiva. Penghitungan TATO dengan menggunakan rumus sebagai berikut:</p>
          <p id="p-a0b8147110cb"> <inline-formula id="if-3442ce85bc3b"> <mml:math xmlns:mml="http://www.w3.org/1998/Math/MathML"><mml:mi>T</mml:mi><mml:mi>A</mml:mi><mml:mi>T</mml:mi><mml:mi>O</mml:mi><mml:mo>=</mml:mo><mml:mo>(</mml:mo><mml:mi>T</mml:mi><mml:mi>o</mml:mi><mml:mi>t</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mi>l</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>P</mml:mi><mml:mi>e</mml:mi><mml:mi>n</mml:mi><mml:mi>j</mml:mi><mml:mi>u</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mi>l</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mi>n</mml:mi><mml:mo>)</mml:mo><mml:mo>/</mml:mo><mml:mo>(</mml:mo><mml:mi>T</mml:mi><mml:mi>o</mml:mi><mml:mi>t</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mi>l</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>A</mml:mi><mml:mi>s</mml:mi><mml:mi>s</mml:mi><mml:mi>e</mml:mi><mml:mi>t</mml:mi><mml:mo>)</mml:mo></mml:math></inline-formula> </p>
        </sec>
        <sec>
          <title id="t-3db1136e83d4">
            <italic id="e-1092f7480484">
              <bold id="s-a146f64e2599">Debt to equity ratio</bold>
            </italic>
            <bold id="s-7a9572f40a6e"> </bold>
          </title>
          <p id="p-2f25bd6fe1ff"><italic id="e-d3ce675a3baa">Debt to equity ratio</italic> adalah perbandingan antara hutang-hutang dan ekuitas dalam pendanaan perusahaan dan menunjukan kemampuan modal sendiri, perusahaan untuk memenuhi keseluruhan kewajibannya (<xref id="x-aa9d714c295f" rid="R73695317523435" ref-type="bibr">Sujarweni (2017)</xref> Perhitungan dengan menggunakan rumus sebagai berikut:<bold id="s-c6bc1a3c94bc"> </bold></p>
          <p id="p-c3a70d993c5e">
            <inline-formula id="if-0d6a0f84ee83"> <mml:math xmlns:mml="http://www.w3.org/1998/Math/MathML"><mml:mi>D</mml:mi><mml:mi>E</mml:mi><mml:mi>R</mml:mi><mml:mo>=</mml:mo><mml:mo>(</mml:mo><mml:mi>T</mml:mi><mml:mi>o</mml:mi><mml:mi>t</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mi>l</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>H</mml:mi><mml:mi>u</mml:mi><mml:mi>tan</mml:mi><mml:mi>g</mml:mi><mml:mo>)</mml:mo><mml:mo>/</mml:mo><mml:mo>(</mml:mo><mml:mi>T</mml:mi><mml:mi>o</mml:mi><mml:mi>t</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mi>l</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>E</mml:mi><mml:mi>k</mml:mi><mml:mi>u</mml:mi><mml:mi>i</mml:mi><mml:mi>t</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mi>s</mml:mi><mml:mo>)</mml:mo></mml:math></inline-formula>
          </p>
        </sec>
      </sec>
      <sec>
        <title id="t-66a05e48de42">
          <bold id="s-8e7e2f818e59">Metode Analisis Data</bold>
        </title>
        <p id="paragraph-23"><bold id="strong-14"> </bold>Untuk menguji pengaruh <italic id="e-893ca6a38e0f">Current Ratio (CR), Total Asset Turnover (TATO), Debt to Equity Ratio (DER)</italic> dan Ukuran Perusahaan <italic id="e-1f0f532dea0d">(Size)</italic> terhadap profitabilitas perusahaan digunakan analisis regresi linier berganda, dengan tingkat signifikansi 5%. Untuk memenuhi syarat model regresi yang baik perlu dilakukan pengujian asumsi klasik yaitu uji normalitas, uji autokorelasi, uji heteroskedastisitas dan uji multikolinearitas dan dilakukan uji kelayakan model (<italic id="e-47c4f9d79457">Godness Of Fits</italic>).</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec>
      <title id="t-a21424e24c1f">
        <bold id="s-ea1ab665e74f">HASIL DAN PEMBAHASAN</bold>
      </title>
      <sec>
        <title id="t-0579d1def04d">
          <bold id="s-78e787dec758">Statistik Deskriftif</bold>
        </title>
        <p id="p-c3a6fe76dbc1"/>
        <fig id="f-d9d587cd2e72" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
          <label>Figure 3 </label>
          <caption id="c-1b1e6cbc6a2a">
            <title id="t-09e53c2af8ae">Analisis Deskriftif Statistik</title>
          </caption>
          <graphic id="g-03df2c024e15" xlink:href="https://typeset-prod-media-server.s3.amazonaws.com/article_uploads/8ac4a87f-46a3-4857-b4ea-c219791cbb6b/image/ae5c64e0-f915-4c51-9925-91ae7c15dc6b-uimage.png"/>
        </fig>
        <p id="p-3dcaed4f3275"><xref id="x-aabea984e76e" rid="f-d9d587cd2e72" ref-type="fig">Figure 3</xref>  Menunjukan jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 20 sampel dan jangka waktu observasi selama 7 tahun maka N=140. Dari hasil pengujian statistik pada tabel 3 dapat diketahui bahwa nilai minimum ROA yaitu 0,0022. Sedangkan nilai maksimumnya yaitu 0,6572.Variabel <italic id="e-b2326809cb76">return on asset</italic> (ROA) mempunyai nilai rata-rata<italic id="e-3a27a9fd036d"> (mean)</italic> 0,128212, artinya bahwa setiap Rp 1 aset perusahaan dapat menghasilkan Rp. 0,128212 laba. Dan standar deviasi atau sebaran jumlah data 0,1095982. Dimana nilai rata-rata (<italic id="e-16debf94f14a">mean</italic>) lebih besar daripada nilai standar deviasi yaitu 0,1095982 yang artinya bahwa terdapat perbedaan data bervariasi antar perusahaan sampel. </p>
        <p id="p-3bd73aa45815">Berdasarkan hasil pengujian statistik pada <xref id="x-9b4e8da01156" rid="f-d9d587cd2e72" ref-type="fig">Figure 3</xref>  dapat diketahui bahwa nilai Minimum CR yaitu 0,5139. Sedangkan nilai maksimumnya yaitu 11,7429. Variabel <italic id="e-77a383334e8e">Current ratio</italic> (CR) mempunyai nilai rata-rata (<italic id="e-b7a9a424e9c4">mean</italic>) 2,638806, artinya bahwa setiap Rp 1 hutang lancar dapat ditanggung Rp 2,638806 oleh aset lancar. Standar deviasi atau sebaran jumlah data 1,7325072. Dimana nilai rata-rata (<italic id="e-af1884d32efb">mean</italic>) lebih besar daripada nilai standar devisiasi yaitu 1,7325072 yang artinya bahwa terdapat perbedaan data bervariasi antar perusahaan sampel. </p>
        <p id="p-1ca38e4d14d5">Berdasarkan hasil pengujian statistik pada <xref id="x-2017d41d664e" rid="f-d9d587cd2e72" ref-type="fig">Figure 3</xref> . dapat diketahui bahwa nilai minimum TATO yaitu 0,5563. Sedangkan nilai maksimumnya yaitu 3,3974. Variabel <italic id="e-f85aa4ff1712">Total asset turnover </italic> (TATO) mempunyai nilai rata-rata (<italic id="e-022702def96f">mean</italic>) 1,388571, artinya bahwa setiap Rp 1 aset perusahaan dapat menghasilkan 1,388571 kali penjualan. Standar deviasi atau sebaran jumlah data 0,56472. Dimana nilai rata-rata (<italic id="e-ee1f6de483e8">mean</italic>) lebih besar daripada nilai standar devisiasi yaitu 0,5646997 yang artinya bahwa terdapat perbedaan data bervariasi antar perusahaan sampel. </p>
        <p id="p-b4f7ce03502a">Berdasarkan hasil pengujian statistik pada<xref id="x-4499902980f9" rid="f-d9d587cd2e72" ref-type="fig">Figure 3</xref>   dapat diketahui bahwa nilai minimum DER yaitu 0,1165. Sedangkan nilai maksimumnya yaitu 2,4926. Variabel <italic id="e-7c28bc6b66a9">Debt to equity ratio </italic> (DER) mempunyai nilai rata-rata (<italic id="e-e9426105c99a">mean</italic>) 0,808873 artinya bahwa dari setiap Rp 1 modal sendiri menjadi jaminan utang yang sebesar Rp 0,808873 yang dimiliki perusahaan tersebut. Dan standar deviasi atau sebaran jumlah data 0,52162. Dimana nilai rata-rata (<italic id="e-2146ad4d6ed7">mean</italic>) lebih besar daripada nilai standar deviasi yaitu 0,56472 yang artinya bahwa terdapat perbedaan data bervariasi antar perusahaan sampel. </p>
        <p id="p-024e5d24398a">Berdasarkan hasil pengujian statistik pada <xref id="x-01fab673fc02" rid="f-d9d587cd2e72" ref-type="fig">Figure 3</xref>  dapat diketahui bahwa nilai minimum SIZE yaitu 5,0720. Sedangkan nilai maksimumnya yaitu 7,9830. Variabel Ukuran Perusahaan (<italic id="e-888238200e7a">Size</italic>) mempunyai nilai rata-rata (<italic id="e-1ac4e5df1fd6">mean</italic>) 6,4756, artinya bahwa logaritma dari total aset adalah sebesar Rp 6,4756. Dimana nilai rata-rata (<italic id="e-8356ae41be70">mean</italic>) lebih kecil daripada nilai standar devisiasi yaitu 7,74076 yang artinya bahwa terdapat perbedaan data yang kurang bervariasi bervariasi antar perusahaan sampel.</p>
      </sec>
      <sec>
        <title id="t-27b725d4dca8">
          <bold id="s-999e8159698b">Uji Asumsi Klasik</bold>
        </title>
        <sec>
          <title id="t-12fdc6865040">
            <bold id="s-1ff46203efec">Uji Normalitas</bold>
          </title>
          <p id="t-cc2f44613c16"/>
          <fig id="f-cdb7b685a1f4" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
            <label>Figure 4 </label>
            <caption id="c-b8ca29451a62">
              <title id="t-0a756b8817be"> <bold id="s-ef7bf3439905">Hasil pengujian Normalitas sebelum Transformasi</bold></title>
            </caption>
            <graphic id="g-ea16cd5757ce" xlink:href="https://typeset-prod-media-server.s3.amazonaws.com/article_uploads/8ac4a87f-46a3-4857-b4ea-c219791cbb6b/image/4661aaf4-d108-4578-8e86-2fae861d8596-uimage.png"/>
          </fig>
          <p id="p-2733db096207">Sumber : SPSS v.20 (Data yang diolah tahun 2019)</p>
          <p id="p-689309ee1b2c">Hasil uji normalitas <xref id="x-1fe0a1ef945b" rid="f-cdb7b685a1f4" ref-type="fig">Figure 4</xref>  menunjukan bahwa data tidak terdistribusi normal karena <italic id="e-6ff202e07cc5">probability value</italic> &lt; 0,05 sehingga harus ditransformasi agar data terdistribusi secara normal. Perlakuan terhadap data yang tidak normal adalah dengan melakukan transformasi atau mengubah data ke dalam bentuk Ln (logaritma natural) untuk memperkecil skala ukuran data dan untuk menormalkan distribusi data. Hasil uji normalitas data setelah transformasi adalah sebagai berikut:</p>
          <p id="p-9a954b40b129">
            <bold id="s-e50934280b7b"> </bold>
          </p>
          <fig id="f-97614c4c654f" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
            <label>Figure 5 </label>
            <caption id="c-c8b1aaa3bd39">
              <title id="t-e40879a2786e"> <bold id="s-adeaa49fa45f">Hasil pengujian Normalitas setelah transformasi</bold></title>
            </caption>
            <graphic id="g-c5ddf51c52f2" xlink:href="https://typeset-prod-media-server.s3.amazonaws.com/article_uploads/8ac4a87f-46a3-4857-b4ea-c219791cbb6b/image/9939388d-f71a-4ba0-b631-45829734658c-uimage.png"/>
          </fig>
          <p id="p-369eb838932a"/>
          <p id="p-2b8ee11de008"><bold id="s-8d9d539b21a9"> </bold>         <bold id="s-53b9c53519aa"> </bold></p>
          <fig id="f-7a94b5f813bd" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
            <label>Figure 6 </label>
            <caption id="c-7c58544c25ef">
              <title id="t-fed6ae511ff8">
                <bold id="s-f31181532b46">Grafik Normal Plot</bold>
              </title>
            </caption>
            <graphic id="g-35d27cb26696" xlink:href="https://typeset-prod-media-server.s3.amazonaws.com/article_uploads/8ac4a87f-46a3-4857-b4ea-c219791cbb6b/image/6e4b369b-76d3-4348-9fba-7ac3dba06a85-uimage.png"/>
          </fig>
          <p id="p-8f394d927b46"/>
          <p id="p-1d8eb8ff3408">Sumber : SPSS v.20 (Data yang diolah tahun 2019)</p>
          <p id="p-8a6a1d00de0a">Berdasarkan<xref id="x-cae598e52c2c" rid="f-97614c4c654f" ref-type="fig">Figure 5</xref>   tersebut menunjukan bahwa nilai <italic id="e-448e822348c7">Kolmogorov-Smirnov </italic> adalah 0,909 dan signifikansi 0,380, nilai signifikansi tersebut jauh diatas 0,05 yang mengartikan bahwa data residual terdistribusi dengan normal, sedangkan grafik normal plot dapat dilihat pada <xref id="x-8ca3afcbf135" rid="f-7a94b5f813bd" ref-type="fig">Figure 6</xref>  bahwa data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal. Kesimpulannya adalah data dapat terdistribusi dengan normal dan model regresi dapat dipakai untuk pengujian selanjutnya.</p>
          <p id="p-6d60e0bc7c41">
            <bold id="s-0e28f3936826">Uji Autokorelasi</bold>
          </p>
          <p id="p-207c16dd0e4c"/>
          <fig id="f-a66710f1a3e7" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
            <label>Figure 7 </label>
            <caption id="c-11bb1bf1db5a">
              <title id="t-b6a956b80dce">
                <bold id="s-f1a21f55ff5d">Durbin Watson Test</bold>
              </title>
            </caption>
            <graphic id="g-9645218c433d" xlink:href="https://typeset-prod-media-server.s3.amazonaws.com/article_uploads/8ac4a87f-46a3-4857-b4ea-c219791cbb6b/image/7d824d47-5a4f-4127-a9f6-62b2b4591722-uimage.png"/>
          </fig>
          <p id="p-76ebc3876d20"> Sumber : SPSS v.20 (Data yang diolah tahun 2019)<bold id="s-3af1d16f0644"/></p>
          <p id="p-e9337fd3921b">Berdasarkan hasil regresi <italic id="e-58e628655e55">model summary </italic> menunjukan bahwa dalam penelitian ini tidak terdapat autokorelasi karena Menurut Sunyoto (2016:98) dalam pengambilan keputusan ada tidaknya autokorelasi dengan menggunakan <italic id="e-d684920ed2f2">Durbin – Watson Test </italic> (D-W <italic id="e-7986aa8f2428">Test</italic>) Bila nilai D-W terletak diantara -2 sampai +2 berarti di indikasi tidak ada autokorelasi. Nilai <italic id="e-3ef0c3a5af55">Durbin Watson</italic> dalam penelitian ini adalah sebesar 1,594 terletak diantara -2 sampai dengan +2. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat autokorelasi.</p>
          <p id="p-a316a49820dd"/>
          <fig id="f-0481424d1391" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
            <label>Figure 8 </label>
            <caption id="c-adc28e99f761">
              <title id="t-60b9f60232e7">       Uji Heteroroskedastisitas</title>
            </caption>
            <graphic id="g-d95facce321f" xlink:href="https://typeset-prod-media-server.s3.amazonaws.com/article_uploads/8ac4a87f-46a3-4857-b4ea-c219791cbb6b/image/fb83f578-6498-4e9e-b491-0d6de3f8b296-uimage.png"/>
          </fig>
          <p id="p-e6a22e50f7e1"/>
          <p id="p-c0e452a919ea">Berdasarkan hasil uji heteroskedastisitas pada gambar 3, menunjukan bahwa ada pola yang jelas, dimana titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi ini.</p>
        </sec>
        <sec>
          <title id="t-7aab6e42a491"><bold id="s-ec0887311867">Uji Multikolonieritas</bold> </title>
          <p id="t-f1bea1e817da"/>
          <fig id="f-c02dbf71c11e" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
            <label>Figure 9 </label>
            <caption id="c-9fffac5969d1">
              <title id="t-cb8620b387b9"><bold id="s-5c548f156286">Uji Multikolonieritas</bold> </title>
            </caption>
            <graphic id="g-0b1785d9aa15" xlink:href="https://typeset-prod-media-server.s3.amazonaws.com/article_uploads/8ac4a87f-46a3-4857-b4ea-c219791cbb6b/image/337fe82e-5b0c-401d-9c16-410241fcba1d-uimage.png"/>
          </fig>
          <p id="p-282853f02721"/>
          <p id="p-956a0490447b">Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa model tidak terdapat multikolinieritas masalah, karena VIF (<italic id="e-6ae6b3c24348">variabel inflation factor</italic>) tidak lebih dari 10. VIF <italic id="e-1b81cc488465">current ratio</italic> 4,288 &lt; 10, VIF <italic id="e-ee904a437217">total asset turnover</italic> 1,041 &lt; 10, VIF <italic id="e-14431e628898">debt to equity ratio</italic> 4,285 &lt; 10, dan VIF ukuran perusahaan 1,044 &lt; 10. Demikian juga nilai <italic id="e-4fd8220176b0">tolerance</italic> pada <italic id="e-64cb94a9161d">current ratio</italic> sebesar 0,233, <italic id="e-b380c20d62a6">total asset turnover</italic> 0,960, <italic id="e-1ea4ba30c3de">debt to equity ratio</italic> 0,233 dan ukuran perusahaan 0,958 . Masing-masing variabel independen, nilai <italic id="e-eec87928e2f6">tolerance</italic> lebih besar dari 0,10 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala multikolonieritas antara variabel independen dan model regresi dalam penelitian ini layak digunakan.</p>
          <p id="p-abfb589cb5f3"/>
          <fig id="f-6a039a4c7d16" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
            <label>Figure 10 </label>
            <caption id="c-97b1d4504620">
              <title id="t-b6086accd19b">Hasil Perhitungan Regresi</title>
            </caption>
            <graphic id="g-7c7102102a57" xlink:href="https://typeset-prod-media-server.s3.amazonaws.com/article_uploads/8ac4a87f-46a3-4857-b4ea-c219791cbb6b/image/efa4f8c1-b346-4446-a0b2-154dbd687e0c-uimage.png"/>
          </fig>
          <p id="p-b189495776b4"> <xref id="x-bab2af36b28a" rid="f-6a039a4c7d16" ref-type="fig">Figure 10</xref> maka hasil pengujian analisis regresi berganda dapat dijelaskan melalui persamaan sebagai berikut ini:</p>
          <p id="p-6f13cf7e1e39">LnROA=-7,350-0,339LnCR+0,902LnTATO-0,622LnDER+2,537LnSIZE</p>
          <p id="p-c068a8fe4ffe">Perasamaan regresi tersebut maknanya adalah sebagai berikut:</p>
          <p id="p-385031706690">Berdasarkan persamaan regresi diatas besarnya koefisien regresi dari masing-masing variabel dapat diketahui bahwa nilai konstanta sebesar -7,350 jika variabel CR, TATO, DER dan ukuran perusahaan dianggap konstan (tetap nilainya).Variabel <italic id="e-b58660bbdb31">Current ratio</italic> menunjukan arah negatif terhadap ROA pada perusahaan manufaktur sektorindustri barang konsumsi periode 2011-2017 dengan nilai koefisien regresi sebesar -0,339. Tanda negatif pada koefisien menunjukan bahwa adanya penurunan <italic id="e-23381c204e81">Current ratio</italic> maka akan terjadi penurunan pada ROA yang dibagikan sebesar 0,339.</p>
          <p id="p-8c956c5f08da">Variabel <italic id="e-4f309dfdd8dc">Total asset turnover </italic> menunjukan arah positif terhadap ROA pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi periode 2011-2017 dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,902. Tanda positif pada koefisien menunjukan bahwa adanya kenaikan <italic id="e-e6dc9563f046">total asset turnover</italic> maka akan terjadi kenaikan pada ROA yang dibagikan sebesar 0,902.</p>
          <p id="p-2365843ac30e">Variabel <italic id="e-79a74d13328b">Debt to equity </italic> menunjukan arah negatif terhadap ROA pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi periode 2011-2017 dengan nilai koefisien regresi sebesar -0,622. Tanda negatif pada koefisien menunjukan bahwa adanya penurunan <italic id="e-05c896f53b24">debt to equity</italic> maka akan terjadi kenaikan pada ROA yang dibagikan sebesar -0,622.</p>
          <p id="p-2e47331e1ecf">Variabel <italic id="e-749dbd595db0">Size </italic> menunjukan arah positif dan terhadap ROA pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi periode 2011-2017 dengan nilai koefisien regresi sebesar 2,537. Tanda positif pada koefisien menunjukan bahwa adanya kenaikan size maka akan terjadi peningkatan pada ROA yang dibagikan sebesar 2,537.</p>
        </sec>
      </sec>
      <sec>
        <title id="t-ceb3c4c1eac3">
          <bold id="s-f1a30798558e">Hasil Uji Kelayakan Model (<italic id="e-08adead573c7">Godness of Fits</italic>)</bold>
        </title>
        <p id="p-debf4926d311">
          <bold id="s-a7a5d0a5267f">Uji Koefisien Determinasi</bold>
        </p>
        <p id="p-02936fbeff96">Menurut <xref id="x-28c4b5b83435" rid="R73695317534682" ref-type="bibr">Ghozali (2018)</xref>  koefisien determinasi pada intinya mengukur seberapa jauh kemapuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen.</p>
        <p id="p-f7936f0773c8"/>
        <fig id="f-af035371dc74" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
          <label>Figure 11 </label>
          <caption id="c-b18456dbb979">
            <title id="t-008510df64c5">Hasil Uji Koefisien Determinasi</title>
          </caption>
          <graphic id="g-97c81b4a89f5" xlink:href="https://typeset-prod-media-server.s3.amazonaws.com/article_uploads/8ac4a87f-46a3-4857-b4ea-c219791cbb6b/image/2e9266dd-785f-4b73-9f7f-74991e7f8e81-uimage.png"/>
        </fig>
        <p id="p-f59798aae9b9"/>
        <p id="p-1d2e65212bbd"> Berdasarkan <xref id="x-bb003fad2e81" rid="f-af035371dc74" ref-type="fig">Figure 11</xref>  diatas dapat dilihat hasil analisis regresi secara keseluruhan menunjukan nilai (<italic id="e-8dce4066d875">Adjusd R Square</italic>) sebesar 0,268 atau 26,8% artinya menunjukan bahwa hanya sekitar 26,8% variabel terikat ROA yang dipengaruhi oleh variabel bebas CR, TATO, DER dan Ukuran perusahaan sementara sisanya 73,2% dijelaskan oleh variabel independen lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Semakin kecil <italic id="e-1b804bd4725d">Standard Error of the Estimate</italic> (SEE) akan membuat model regresi semakin tepat dalam memprediksi variabel dependen yaitu ROA dengan variabel independennya.</p>
        <sec>
          <title id="t-bd4887d7bb88">
            <bold id="s-a4792dbbc048">Uji F</bold>
          </title>
          <p id="p-11d349d3efd8"/>
          <fig id="f-3d19e0c7a3e7" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
            <label>Figure 12 </label>
            <caption id="c-898835c03224">
              <title id="t-6eb62f7c8aac">Uji F</title>
            </caption>
            <graphic id="g-39ade746ca2f" xlink:href="https://typeset-prod-media-server.s3.amazonaws.com/article_uploads/8ac4a87f-46a3-4857-b4ea-c219791cbb6b/image/2258571f-8b58-4a7c-be28-3b7e28f1ca50-uimage.png"/>
          </fig>
          <p id="p-4b112dd07e01">Berdasarkan  <xref id="x-dfc36575ddd3" rid="f-3d19e0c7a3e7" ref-type="fig">Figure 12</xref> , hasil nilai signifikannya adalah 0,000 &lt; 0,05, maka dari itu dapat dilihat dari persamaan variabel bebas yakni CR, TATO, DER dan Size secara bersama-sama berpengaruh terhadap ROA pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi periode 2011-2017. Untuk itu, penelitian dengan model regresi ini digunakan untuk analisis.</p>
        </sec>
        <sec>
          <title id="t-a24cdea578a6">
            <bold id="s-c40ed5274c2a">Uji t<italic id="e-6f715d7af37e"/></bold>
          </title>
          <p id="p-224a2bcf0c40">Uji t menunjukan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas atau independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel independen.<bold id="s-32546fe18864"/></p>
          <p id="p-f5485aab10ea"/>
          <fig id="f-976efe4454ce" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
            <label>Figure 13 </label>
            <caption id="c-08f5b25375ad">
              <title id="t-dcafbbc67b13">Uji t</title>
            </caption>
            <graphic id="g-3993e4f36cfe" xlink:href="https://typeset-prod-media-server.s3.amazonaws.com/article_uploads/8ac4a87f-46a3-4857-b4ea-c219791cbb6b/image/c3e5e87e-f181-4767-81b4-d908716a90a3-uimage.png"/>
          </fig>
          <sec>
            <title id="t-b7efe845c028">Pengaruh <italic id="e-6acb51b92ccf">Current Ratio</italic> (CR) Terhadap <italic id="e-c6c9eafbe560">Return on Assets</italic> (ROA) </title>
            <p id="p-fab06cf80517">Berdasarkan <xref id="x-ecae07ea7810" rid="f-976efe4454ce" ref-type="fig">Figure 13</xref>  Variabel CR memiliki nilai  sebesar -1,480 dengan nilai signifikansi 0,141. Nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 menunjukan bahwa variabel CR tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA. Dengan demilian H1 <bold id="s-02b30ed1f0fe">ditolak</bold></p>
          </sec>
          <sec>
            <title id="t-72734f653b66">Pengaruh <italic id="e-0a52de98949d">Total Assets Turnover </italic> (TATO) Terhadap <italic id="e-cfdb31aed9b3">Return on Assets</italic> (ROA)</title>
            <p id="p-2e1cc74c637e">Berdasarkan tabel 9 variabel TATO memiliki nilai  sebesar 4,915 dengan nilai signifikansi 0,000. Nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 menunjukan variabel TATO berpengaruh signifikan terhadap ROA. Dengan demilian H2 <bold id="s-e61894704091">diterima</bold></p>
          </sec>
          <sec>
            <title id="t-4691150d2994">Pengaruh <italic id="e-301da1ba2bb1">Debt to Equity Ratio </italic> (DER) Terhadap <italic id="e-71a7c4e800eb">Return on Assets</italic> (ROA) </title>
            <p id="p-98d2e2ad8f5d">Berdasarkan tabel 9 variabel DER memiliki nilai  sebesar -3,284 dengan nilai signifikansi 0,001. Nilai Signifikansi lebih kecil dari 0,05 menunjukan variabel DER berpengaruh signifikan terhadap ROA. Dengan demilian H3 <bold id="s-05db792c34fd">diterima</bold></p>
          </sec>
        </sec>
      </sec>
      <sec>
        <title id="t-ac638784a487">
          <bold id="s-07e1fc35c860">Pembahasan </bold>
        </title>
        <p id="p-44399f688a0e">Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh langsung CR, TATO, DER dan Ukuran perusahaan terhadap ROA pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.</p>
        <sec>
          <title id="t-57d5a30f2f8e"><bold id="s-874fef2884e8">Pengaruh <italic id="e-78123bbad441">Current ratio</italic> terhadap <italic id="e-8b99449f3210">Return on asset</italic></bold> </title>
          <p id="p-957d47eabc15">Dalam pengujian yang dilakukan, variabel <italic id="e-b40ec1b102b9">current ratio </italic> terhadap <italic id="e-79823f333dd6">return on asset </italic> dilihat berdasarkan hasilnya nilai t-hitung sebesar -1,586 dan nilai signifikansi adalah 0,141 dan nilai signifikasi tersebut lebih besar dari 0,05. Hal ini mengartikan bahwa variabel <italic id="e-a645cee99b6d">current ratio</italic> tidak berpengaruh terhadap <italic id="e-aa7ee5abf9fd">return on asset</italic>. </p>
          <p id="p-985a8a8f8b9d">Hubungan antara teori signal dengan <italic id="e-0e647a0c16a0">current ratio</italic> yaitu apabila nilai dari <italic id="e-f4919023ee79">current ratio</italic> meningkat, maka ini berarti bahwa perusahaan mampu untuk mengatasi kewajiban jangka pendeknya dengan baik dan hal ini dapat dijadikan sinyal bagi pihak manajemen untuk menarik minat para investor untuk melakukan investasi pada perusahaan tersebut. Semakin tinggi angka <italic id="e-f3da44398b96">current ratio</italic> maka semakin baik reputasi perusahaan, dan akan membuat harga saham meningkat yang nantinya secara tidak langsung akan meningkatkan return saham.</p>
          <p id="p-145a27cacef5">Hasil penelitian ini konsisten dengan hasil penelitian sebelumnya aji <xref rid="R73695317523949" ref-type="bibr">Asiah (2010)</xref>; <xref rid="R73695317523439" ref-type="bibr">Barus (2013)</xref> dan Anggarsari dan Aji (2018) yang dalam hal ini <italic id="e-6ed2a490dc8a">current ratio </italic> tidak berpengaruh signifikan terhadap <italic id="e-7c0e1896cec9">return on asset</italic>. Namun penelitian ini tidak konsisten dengan penelitian <xref rid="R73695317523951" ref-type="bibr">Putri (2018)</xref>; <xref rid="R73695317524166" ref-type="bibr">Raharjo (2016)</xref>; <xref rid="R73695317534761" ref-type="bibr">Setiawan (2010)</xref>  bahwa <italic id="e-5f6020fbb3d7">Current ratio </italic> berpengaruh signifikan terhadap <italic id="e-c53868148bfc">return on asset</italic>.</p>
          <p id="p-23e880eb6d65"><italic id="e-3085a7b0af88">Current ratio</italic> yang rendah mengindikasi bahwa kurang asset lancar perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya. Akibatnya operasional perusahaan akan terganggu karena kurangnya asset lancar perusahaan sehingga dapat menurunkan profitabilitas perusahaan. Disisi lain, <italic id="e-d1d61445cf5a">current ratio</italic> yang begitu tinggi juga kurang bagus karena menunjukan ketidakmampuan perusahaan dalam mengelola dana yang ada sehingga dana yang ada menganggur yang berpeluang untuk menurunkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan profitabilitas.</p>
        </sec>
        <sec>
          <title id="t-82a627638a08"><bold id="s-a1118cfdab76"> </bold><bold id="s-3808bb5ef897">Pengaruh <italic id="e-ea634261ca92">Total asset turnover </italic> terhadap <italic id="e-25a3bf07c401">Return on asset</italic></bold> </title>
          <p id="p-f6b9340f2db9"> Dalam pengujian yang dilakukan, variabel <italic id="e-10944edc1bc4">total asset turnover </italic> terhadap<italic id="e-deebecba4e81"> return on asset</italic>y dilihat berdasarkan hasilnya nilai t-hitung sebesar 4,814 dan nilai signifikasinya adalah 0,000 dan nilai signifikasi tersebut lebih kecil dari 0,05. Hal ini mengartikan bahwa variabel <italic id="e-35ff5c764be8">total asset turnover </italic> berpengaruh positif terhadap <italic id="emphasis-27">return on asset</italic>. </p>
          <p id="p-1ed108f9a047">Hubungan teori signal dengan TATO yaitu apabila nilai dari TATO semakin tinggi, maka ini menunjukkan bahwa perusahaan telah beroperasi pada volume yang memadai bagi kapasitas investasinya. Jadi semakin tinggi aktivitas yang ada pada perusahaan berarti semakin efektif dalam mengelola aktivitas transaksi yang ada diperusahaan. Adanya tingkat efektivitas yang tinggi menunjukkan kesempatan bertumbuh perusahaan yang tinggi pada masa mendatang. Tentunya ini dapat dijadikan signal oleh para investor untuk melakukan investasi pada perusahaan-perusahaan yang memiliki prospek cerah di masa mendatang.</p>
          <p id="p-e40236511aea">Hasil penelitian ini konsisten dengan hasil penelitian sebelumnya <xref id="x-4b2f7f0538f4" rid="R73695317523439" ref-type="bibr">Barus (2013)</xref> , <xref id="x-a73a6bd2a1c0" rid="R73695317528315" ref-type="bibr">Yuniarta (2015)</xref> menyatakan  bahwa <italic id="emphasis-28">Total asset turnover </italic> berpengaruh signifikan terhadap <italic id="emphasis-29">return on asset</italic>. Namun hasil penelitian ini tidak konsisten dengan penelitian <xref rid="R73695317524080" ref-type="bibr">Sari (2014)</xref>; <xref rid="R73695317534761" ref-type="bibr">Setiawan (2010)</xref>  yang dalam hal ini <italic id="emphasis-30">total asset turnover </italic> tidak berpengaruh dan signifikan terhadap <italic id="emphasis-31">return on asset</italic>.</p>
          <p id="p-1b1f4bf841c3">Menurut <xref id="x-056a8a98e147" rid="R73695317523445" ref-type="bibr">Wardiyah (2017)</xref>  semakin besar rasio ini, semakin baik yang berarti aktiva dapat lebih cepat berputar dan meraih laba yang menunjukan semakin efisiensi penggunaan keseluruhan aktiva dalam menghasilkan penjualan. Dengan kata lain jumlah aset yang sama dapat memperbesar volume penjualan apabila <italic id="emphasis-32">asset turnover</italic> ditingkatkan atau diperbesar.Semakin tinggi <italic id="emphasis-33">total asset turnover</italic> berarti semakin efisien penggunaan keseluruhan aset dalam menghasilkan penjualan. Jumlah aset yang sama dapat memperbesar volume penjualan apabila <italic id="emphasis-34">total asset tiurnover</italic> ditingkatkan atau diperbesar, sehingga apabila volume penjualan besar dan laba yang diperoleh semakin tinggi. </p>
        </sec>
        <sec>
          <title id="t-456be940af2d"> P<bold id="s-659c67b18fc1">engaruh <italic id="emphasis-35">Debt to equity </italic> terhadap <italic id="emphasis-36">Return on asset</italic></bold></title>
          <p id="p-135bd02a7dcc">Dalam pengujian yang dilakukan, variabel <italic id="emphasis-37">debt to equity ratio </italic> terhadap<italic id="emphasis-38"> return on asset</italic>y dilihat berdasarkan hasilnya nilai t-hitung sebesar -3,207 dan nilai signifikansi adalah 0,001 dan nilai probabilitas tersebut lebih kecil dari 0,05. Hal ini mengartikan bahwa variabel <italic id="emphasis-39">debt to equity ratio </italic> berpengaruh negatif terhadap <italic id="emphasis-40">return on asset</italic>.</p>
          <p id="paragraph-22">Hubungan teori signal dengan DER yaitu apabila nilai dari DER tinggi, maka ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki hutang yang besar dan semakin tinggi pula resiko yang ditanggung perusahaan. Selama ekonomi sulit atau suku bunga tinggi, perusahaan dengan DER yang tinggi dapat mengalami masalah keuangan. Hal ini dapat menurunkan profitabilitas perusahaan dan ini dapat dijadikan signal untuk investor untuk tidak melakukan investasi pada perusahaan yang sedang mengalami situasi seperti ini.</p>
          <p id="p-090e5865a446">Hasil penelitian ini konsisten dengan hasil penelitian sebelumnya , <xref rid="R73695317524166" ref-type="bibr">Raharjo (2016)</xref>; <xref rid="R73695317524080" ref-type="bibr">Sari (2014)</xref>  bahwa <italic id="emphasis-41">Debt to equity </italic> berpengaruh signifikan terhadap <italic id="emphasis-42">return on asset</italic>. Namun hasil penelitian ini tidak konsisten dengan penelitian <xref rid="R73695317523439" ref-type="bibr">Barus (2013)</xref>; <xref rid="R73695317523951" ref-type="bibr">Putri (2018)</xref>; <xref rid="R73695317534761" ref-type="bibr">Setiawan (2010)</xref>  yang dalam hal ini <italic id="emphasis-43">Debt to equity ratio </italic> tidak berpengaruh dan signifikan terhadap <italic id="emphasis-44">return on asset</italic>.</p>
          <p id="paragraph-24">Menurut <xref id="x-c547324785cc" rid="R73695317523442" ref-type="bibr">Kasmir (2016)</xref>  apabila <italic id="emphasis-45">Debt to Equity Ratio</italic> (DER) meningkat maka laba yang akan dihasilkan akan menurun (tidak menguntungkan), karena semakin besar <italic id="emphasis-46">Debt to Equity Ratio </italic> (DER) juga menunjukan proporsi modal sendiri yang rendah untuk membiayai aktivanya.</p>
          <p id="paragraph-25"><bold id="s-ede707231f7c">Pengaruh Ukuran Perusahaan<italic id="emphasis-47"> </italic> terhadap <italic id="emphasis-48">Return on asset</italic></bold> </p>
          <p id="paragraph-26"> Dalam pengujian yang dilakukan, variabel Ukuran perusahaan (size)<italic id="emphasis-49"> </italic> terhadap<italic id="emphasis-50"> return on asset</italic>y dilihat berdasarkan hasilnya nilai t-hitung sebesar 4,524 dan nilai probabilitasnya adalah 0,000 dan nilai probabilitas tersebut lebih kecil dari 0,05. Hal ini mengartikan bahwa variabel ukuran perusahaan (size) <italic id="emphasis-51"> </italic> berpengaruh positif terhadap <italic id="emphasis-52">return on asset</italic>.</p>
          <p id="paragraph-27">Hubungan teori sinyal dengan ukuran perusahaan yaitu semakin besar perusahaan maka akan semakin besar pula aset yang dimiliki, jika aset semakin besar maka dana yang digunakan juga semakin besar untuk operasional, dengan semakin besar operasional maka cenderung berdampak pada pendapatan juga akan semakin besar yang tentu di ikuti oleh pergerakan dari laba perusahaan. Pergerakan laba inilah yang pasti akan menggerakan <italic id="emphasis-53">return on asset</italic> perusahaan. Hal ini dapat dijadikan sinyal oleh investor untuk melakukan investasi pada perusahaan yang memiliki ukuran aset yang besar. Oleh karena itu ukuran perusahaan berpengaruh terhadap <italic id="emphasis-54">return on asset</italic>.</p>
          <p id="paragraph-28">Hasil penelitian ini konsisten dengan hasil penelitian sebelumya <xref rid="R73695317523439" ref-type="bibr">Barus (2013)</xref>; <xref rid="R73695317523951" ref-type="bibr">Putri (2018)</xref> bahwa Ukuran perusahaan <italic id="emphasis-55">(size) </italic> berpengaruh signifikan terhadap <italic id="emphasis-56">return on asset</italic>. Namun hasil penelitian ini tidak konsisten dengan penelitian <xref rid="R73695317524080" ref-type="bibr">Sari (2014)</xref>; <xref rid="R73695317534761" ref-type="bibr">Setiawan (2010)</xref> <xref id="x-22328fa0018c" rid="R73695317524166" ref-type="bibr">Raharjo (2016)</xref>  yang dalam hal ini Ukuran perusahaan <italic id="emphasis-57">(Size)</italic> <italic id="emphasis-58"> </italic> tidak berpengaruh dan signifikan terhadap <italic id="emphasis-59">return on asset</italic></p>
          <p id="paragraph-29">Perusahaan dengan aset yang besar maka penggunaan sumber dana yang ada bisa digunakan secara maksimal dan efisien untuk memperoleh keuntungan usaha yang maksimal dan perusahaan dengan aset yang kecil tentu akan menghasilkan keuntungan sesuai dengan aset yang relatif kecil. Selain itu jika jumlah asset yang dimiliki oleh perusahaan besar maka akan menunjukkan kualitas serta kinerja yang baik dari perusahaan tersebut. Semakin besar aktivayang dimiliki perusahaan menunjukkan semakin tinggi profit yang dihasilkan (Ardiansyah, 2017). </p>
          <p id="paragraph-30">
            <italic id="emphasis-60"> </italic>
          </p>
        </sec>
        <sec>
          <title id="t-7a471824c203">
            <bold id="s-42963d4fcd7d">Pengaruh <italic id="emphasis-61">Current Ratio</italic> (CR), <italic id="emphasis-62">Total Asset Turnover</italic> (TATO), <italic id="emphasis-63">Debt to Equity Ratio</italic> (DER) dan Ukuran Perusahaan (<italic id="emphasis-64">Size</italic>)<italic id="emphasis-65"> </italic> terhadap <italic id="emphasis-66">Return on asset</italic></bold>
          </title>
          <p id="paragraph-32">Hasil pengujian menunjukan bahwa <italic id="emphasis-67">Current Ratio</italic> (CR), <italic id="emphasis-68">Total Asset Turnover</italic> (TATO), <italic id="emphasis-69">Debt to Equity Ratio</italic> (DER) dan Ukuran Perusahaan (<italic id="emphasis-70">Size</italic>) secara bersama-sama (simultan) berpengaruh signifikan terhadap <italic id="emphasis-71">return on asset </italic> (ROA).</p>
          <p id="paragraph-33">Hal ini ditunjukan dengan nilai signifikansi F = 0,000 (lebih kecil dari 0,05) pada pengujian uji simultan (uji F). Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Barus dan Leliani (2013) dan Wijayanto dan Suhendro (2018) yang menunjukan bahwa CR,TATO,DER dan SIZE berpengaruh signifikan terhadap ROA. </p>
        </sec>
      </sec>
    </sec>
    <sec>
      <title id="t-7804b371e2a1">Kesimpulan</title>
      <p id="clipboard_property">Pada penelitian ini disimpulkan bahwa<italic id="emphasis-72"> Current ratio </italic>(CR) tidak berpengaruh terhadap <italic id="emphasis-73">Return On Asset </italic> (ROA), <italic id="emphasis-74">Total asset turnover </italic> (TATO) dan Ukuran Perusahaan (<italic id="emphasis-75">Size</italic>) berpengaruh positif signifikan terhadap <italic id="emphasis-76">Return On Asset </italic> (ROA) dan <italic id="emphasis-77">Debt to equity ratio </italic> (DER) berpengaruh negatif signifikan terhadap <italic id="emphasis-78">Return On Asset </italic> (ROA) pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi.<italic id="emphasis-79"> </italic> Pada penelitian ini disimpulkan bahwa <italic id="emphasis-80">Current Ratio, Total Asset Turnover, Debt to Equity Ratio</italic> dan Ukuran perusahaan secara bersama-sama (simultan) berpengaruh terhadap <italic id="emphasis-81">Return on Asset</italic> pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi.</p>
    </sec>
    <sec>
      <title id="t-fdd0999e905e">Pendanaan</title>
      <p id="t-0df993bc1118">Penelitian ini menggunakan dana mandiri dari peneliti.</p>
    </sec>
    <sec>
      <title id="t-e0f91a6e984f"><bold id="s-b6db7affbc52">Ucapan Terima Kasih</bold> </title>
      <p id="p-2219d8f909d0">Peneliti menyadari sepenuhnya, tanpa bimbingan dari berbagai pihak, Tugas Akhir Skripsi ini tidak akan dapat diselesaikan dengan baik dan benar. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada:</p>
      <list list-type="order">
        <list-item id="li-767b9ca74d16">
          <p>Dr. Mukhaer Pakkanna, SE., MM. selaku Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta.</p>
        </list-item>
        <list-item id="li-69416810d125">
          <p>Sutia Budi, SE, M.Si. selaku Dekan Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta</p>
        </list-item>
        <list-item id="li-46f75ad7cbf4">
          <p>Taryana, SE, M.Si. selaku Ketua Jurusan Akuntansi Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta </p>
        </list-item>
        <list-item id="li-81b37b773c8c">
          <p>Dr. Iwan Setiadi, SE., M.Si. Dosen Pembimbing yang telah meluangkan waktu dan dengan sabar memberikan bimbingan serta pengarahan selama penyusunan skripsi</p>
        </list-item>
        <list-item id="li-ecb17f1c2c2e">
          <p>Segenap Dosen Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta yang telah memberikan ilmu bermanfaat selama penulis menimba ilmu.</p>
        </list-item>
        <list-item id="li-b74feedb92d7">
          <p>Keluargaku, terima kasih atas doa, cinta dan kasih sayang kalian yang sudah memberikan semangat dan motivasi untuk penulis.</p>
        </list-item>
      </list>
    </sec>
  </body>
  <back>
    <ref-list>
      <title>References</title>
      <ref id="R73695317523436">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Agha</surname>
              <given-names>Hina</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Impact of Working Capital Management on Profitability</article-title>
          <source>Europen Scientific Journal</source>
          <year>2014</year>
          <volume>10</volume>
          <issue>1</issue>
          <fpage>1857</fpage>
          <lpage>7881</lpage>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R73695317523434">
        <element-citation publication-type="book">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Brigham</surname>
              <given-names>Eugene F</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Houston</surname>
              <given-names>Joel F Dan</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <person-group person-group-type="editor"/>
          <source>Dasar-Dasar Manajemen Keuangan</source>
          <series>Buku 2</series>
          <edition>11</edition>
          <publisher-name>Salemba Empat</publisher-name>
          <publisher-loc>Jakarta</publisher-loc>
          <year>2013</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R73695317523439">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Barus</surname>
              <given-names>Leliani</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Analisis Faktor - faktor yang mempengaruhi Profitabilitas Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia</article-title>
          <source>Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil</source>
          <year>2013</year>
          <volume>3</volume>
          <issue>02</issue>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R73695317523435">
        <element-citation publication-type="book">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Sujarweni</surname>
              <given-names>V. Wiratna</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <person-group person-group-type="editor"/>
          <source>Analisis Laporan Keuangan</source>
          <publisher-name>Pustaka Baru Press</publisher-name>
          <publisher-loc>Yogyakarta</publisher-loc>
          <year>2017</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R73695317523433">
        <element-citation publication-type="misc">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Amijaya</surname>
              <given-names>T., Pangestuti</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Mawardi</surname>
              <given-names>W</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Analisis Pengaruh Struktur Modal, Profitabilitas, Likuiditas, kebijakan Deviden, Sales Growth dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan</article-title>
          <year>2016</year>
          <fpage>1</fpage>
          <lpage>22</lpage>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R73695317523951">
        <element-citation publication-type="thesis">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Putri</surname>
              <given-names>Nursiam</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Pengaruh Likuiditas, Solvabilitas, Aktivitas, Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Profitabilitas(Studi Empiris Pada Perusahaan Makanan dan Minuman yang Terdaftar di BEI Tahun</article-title>
          <institution>Universitas Muhammadiyah Surakarta.</institution>
          <year>2018</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R73695317523949">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Asiah</surname>
              <given-names>Hayati</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Analisis Faktor - faktor yang mempengaruhi Profitbilitas (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur di BEI Periode</article-title>
          <source>Jurnal Spread</source>
          <year>2010</year>
          <volume>7</volume>
          <issue>2</issue>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R73695317524080">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Sari</surname>
              <given-names>Budiasih</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Pengaruh Debt to Equity Ratio</article-title>
          <source>Firm Size, Inventory Turnover dan Asset Turnover pada Profitabilitas. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana 6.2. Hal</source>
          <year>2014</year>
          <fpage>261</fpage>
          <lpage>273</lpage>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R73695317524082">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Wijayanto</surname>
              <given-names>Suhendro</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Pengaruh current ratio, debt to equity ratio, total asset turnover dan size terhadap return on asset</article-title>
          <source>Jurnal Ekonomi Paradigma</source>
          <year>2018</year>
          <volume>19</volume>
          <issue>02</issue>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R73695317524166">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Raharjo</surname>
              <given-names>Arifati</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Ukuran perusahaan dan Umur perusahaan terhadap Profitabilitas perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010-2014</article-title>
          <source>Journal Of Accounting</source>
          <year>2016</year>
          <volume>2</volume>
          <issue>2</issue>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R73695317528315">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Yuniarta</surname>
              <given-names>Sinarwati</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Pengaruh Modal Kerja, Likuiditas, Aktivitas dan Ukuran Perusahaan Terhadap Profitabilitas Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. E-Jurnal S1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan Akuntansi Program S1</article-title>
          <source>E-Jurnal S1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan Akuntansi Program S1</source>
          <year>2015</year>
          <volume>3</volume>
          <issue>1</issue>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R73695317523442">
        <element-citation publication-type="book">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Kasmir</surname>
              <given-names/>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <person-group person-group-type="editor"/>
          <source>Analisis Laporan Keuangan</source>
          <publisher-name>PT. RajaGrafindo Persada</publisher-name>
          <publisher-loc>Jakarta  </publisher-loc>
          <year>2016</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R73695317523445">
        <element-citation publication-type="book">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Wardiyah</surname>
              <given-names>Lasmi  Mia</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <person-group person-group-type="editor"/>
          <source>Analisis Laporan Keuangan. Cetakan I</source>
          <publisher-name>CV Pustaka Setia</publisher-name>
          <year>2017</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R73695317523441">
        <element-citation publication-type="book">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Hartono</surname>
              <given-names>Jogiyanto</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <person-group person-group-type="editor"/>
          <source>Teori Portofolio dan Analisis Investasi</source>
          <publisher-name>BPFE</publisher-name>
          <publisher-loc>Yogyakarta</publisher-loc>
          <year>2010</year>
          <fpage>280</fpage>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R73695317535015">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Azhari</surname>
              <given-names>Rahayu</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Pengaruh ROE, DER, TATO, dan PER terhadap Harga Saham Perusahaan Properti dan Real Estate yang go publik di Bursa Efek Indonesia</article-title>
          <source>Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol</source>
          <year>2016</year>
          <volume>32</volume>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R73695317534543">
        <element-citation publication-type="misc">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Meithasari</surname>
              <given-names/>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi profitabilitas</article-title>
          <year>2017</year>
          <fpage>1</fpage>
          <lpage>2</lpage>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R73695317534554">
        <element-citation publication-type="book">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Sugiyono</surname>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <source>Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif</source>
          <publisher-name>Alfabeta</publisher-name>
          <publisher-loc>Kualitatif, dan R&amp;D. Bandung</publisher-loc>
          <year>2016</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R73695317523440">
        <element-citation publication-type="book">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Sudana</surname>
              <given-names>Made</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <source>Manajemen Keuangan Perusahaan</source>
          <publisher-loc>Erlangga, Jakarta</publisher-loc>
          <year>2011</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R73695317523438">
        <element-citation publication-type="book">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Subramanyam</surname>
              <given-names>K. R.</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Wild</surname>
              <given-names>John J.</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <person-group person-group-type="editor">
            <etal/>
          </person-group>
          <source>Analisis Laporan Keuangan. Edisi 10.</source>
          <edition>Kedua</edition>
          <publisher-name>Salemba Empat</publisher-name>
          <publisher-loc>Jakarta</publisher-loc>
          <year>2013</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R73695317534682">
        <element-citation publication-type="book">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Ghozali</surname>
              <given-names>Imam</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <person-group person-group-type="editor"/>
          <source>Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 25</source>
          <publisher-name>Penerbit Universitas Diponegoro</publisher-name>
          <publisher-loc>Semarang</publisher-loc>
          <year>2018</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R73695317534761">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Setiawan</surname>
              <given-names>Elyas</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Pengaruh Current Ratio, Inventory Turnover, Debt To Equity Ratio, Total Asset Turnover, Sales, Dan Firm SizeTerhadap Roa Pada Perusahaan Food And Beverage Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2010-2013</article-title>
          <source>Jurnal Ekonomi</source>
          <year>2010</year>
        </element-citation>
      </ref>
    </ref-list>
  </back>
</article>
